by

Lantik 13 Pejabat Eselon II, Midji : Semua Dinas Jadi Atensi

Midji : Semua Dinas Jadi Atensi

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memberikan atensi kepada seluruh pejabat eselon dua di Pemprov Kalbar untuk menyelesaikan sejumlah persoalan-persoalan. Hal itu disampaikan Midji saat melantik 13 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar yang turut disaksikan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan Sekda Kalbar, AL Leysandri di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (29/6/2020).

Alexander Rambonang misalnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalbar diminta segera menyelesaikan persoalan-persoalan di perbatasan.

“Semua dinas jadi atensi. Contoh Pak Alexander, beliau pernah ngurus perbatasan. Buat itu bagaimana perbatasan itu seperti Badau kemarin, ketika masalah penutupan perbatasan di sana bisa kerjasama dengan Sarawak masalah penyediaan gula dan sebagainya dengan harga yang stabil, nah seperti itu yang dibuat. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan. Ndak apa-apa sepanjang kita belum bisa menyiapkan infrastruktur yang baik ndak apa-apa. Perdagangan antar luar negeri biasa. Toh beras yang kita makan itu banyak juga yang impor,” tukasnya.

Midji : Semua Dinas Jadi Atensi
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Ria Norsan foto bersama usai melantik 13 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar (Foto: Adpim Prov Kalbar)

Kemudian Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, yang kini dijabat oleh Alfian diminta untuk menata aset-aset daerah.

“Tata itu aset-aset daerah dengan baik. Transparansi. Temuan yang mendapatkan hibah tapi tidak ada SPJ-nya umumkan di media, umumkan saja. Umumkan tuh.

Dirinya juga meminta mantan Kepala BPSDM Kalbar itu untuk tegas terhadap para kontraktor yang tak bertanggungjawab terhadap pekerjaannya. Misalnya terhadap kontraktor yang diwajibkan setor kembali anggaran lantaran pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi dan sebagainya.

“Umumkan. Kalau perlu tak boleh ngerjakan apa-apa lagi di jajaran Pemprov Kalbar. Biar mereka semua tanggungjawab jangan mau enaknya aja, kita yang susahnya. Jadi saya maunya kaya gitu,” tegasnya.

Kepada Ansfirdaus Juliardi yang kini Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalbar, diminta Midji untuk membuat gebrakan program untuk memajukan potensi UMKM di Kalbar.

“Dinas Koperasi dan UMKM, jangan cuma hadiri rapat anggota tahunan. Bukan itu. Tapi bagaimana membuat UMKM berkembang,” tegasnya.

Yang paling penting dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM tegas Midji yakni menyelesaikan pusat sertifikasi tenaga kerja.

“Desak itu. Inikan urusan UMKM. Bagaimana dinas pergi kementerian untuk mensinergikan itu. Supaya orang yang punya keahlian tapi tak ada ijazah formal, bisa disertifikasi.

Menurut midji banyak tenaga kerja Kalbar yang punya keahlian layaknya tenaga kerja profesional tapi tak ada pendidikan formal.

“Nah kita sertifikasi supaya tenaga dan keahliannya betul-betul dibayar mahal. Itu harusnya,” tegasnya.

Sementara Dinas ESDM, Sutarmidji meminta untuk mencatat semua aktivitas eksport dari Kalbar. Hal ini tegas Midji agar Kalbar mendapatkan pendapatan bagi hasil pajak.

“Inikan selama ini orang yang dapat, jalan ancor kite yang tanggung. Ini yang harus dipikirkan kepala dinas, pikirkan Kalbar. Bayangkan bauksit kita tiap tahun 25 juta ton tiap tahun dieskport akhirnya ada 25 juta meter persegi lahan yang turun satu meter. Kemudian kite jadi penonton, masyarakat jadi penonton

CSR perusahaan perkebunan dan pertambangan di Kalbar, tegas Midji kedepannya juga harus maksimal agar dapat membantu Pemerintah Provinsi Kalbar melakukan percepatan pembangunan.

“Coba perkebunan misalnya satu tahun siapkan 100 kursi meja satu set untuk sekolah. Paling Rp100 juta. Kalau ada 300 perusahaan perkebunan dan pertambangan, dua tahun selesai itu urusan kursi meja sekolah,” katanya.

Menurutnya jika CSR itu dimaksimalkan, APBD Kalbar bisa fokus untuk membangun infrastruktur jalan dan lain-lain.

“Gitu. Ini harus tegas,” tandasnya.

Seperti diketahui 13 pejabat eselon dua yang dilantik Sutarmidji yaitu Syarif Kamaruzaman sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Suprianus Herman sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang sebelumnya merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar.

Kemudian Alfian sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPSDM Kalbar. Kemudian Junaidi sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalbar.

Kemudian Natalia Karyawati sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Mosses Tabah sebagai Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hermanus sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang sebelumnya merupakan staf ahli Gubernur di bidang hukum, politik dan pemerintahan.

Kemudian Alexander Rambonang sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah yang sebelumnya merupakan Kepala Kesbangpol Kalbar. Selanjutnya Ahi sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia yang sebelumnya merupakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

Sementara Ansfridus Juliardi menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UMKM yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pemprov Kalbar.

Sementara jabatan Kepala Penelitian dan Pengembangan dijabat oleh Herkulana Makaryani. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat dijabat oleh Marjani, yang sebelumnya merupakan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar. Terakhir Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dijabat oleh Hendra yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum Sekda Kalbar. (Fai)

Comment

News Feed