by

Teliti Pemikiran Mulla Shadra, Dosen Filsafat Unhas Raih Gelar Doktor Pemikiran Islam Kontemporer di Iran

KalbarOnline.com, TAHERAN–Padukan dimensi sosial yang terdapat dalam Hikmah Muthaaliyah untuk mewujudkan teori sosial di Iran, menjadi disertasi yang mengantarkan Suprataman, Dosen Sastra Arab Unhas meraih gelar Doktornya di Al Mustafa International University-Taheran.

Supratman menjelaskan, Al Hikmah Al Muthaaliyah merupakan sebuah pemikiran dan filsafat yang dicetuskan oleh Mulla Shadra. Dimana katanya, filsafat ini adalah filsafat yang sangat kaya dan multi tafsir dan itu bisa dilihat dari sumber pemikiran yang digunakan dengan menggabungkan berbagai sumber yaitu Quran, hadis, analisa teks ,lingusitik, fenomena fosial dan sejarah.

“Penekanan disertasi saya adalah melacak dan menjelaskan fondasi dimensi sosial yang ada dalam Al Hikmah Muthaaliyah untuk mewujudkan sebuah teori sosial yang khas di Iran, yang mana bisa jadi cocok juga di negara muslim lainnya untuk diterapakan,” paparnya, Jumat (5/6/2020).

Lanjut dijelaskan, adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu analisa teks, rasionalitas dan realisme.

“Yang saya gunakan yaitu pendekatan analisa Teks rasionalitas dan realisme. Sementara itu, rumusan yang paling kuat untuk menjelaskan dimensi sosial dari hikmat muthaliyah yaitu Al harakah al jauhariyah ( The essential motion) atau gerakan substansial dan Al Asfar Al Arbaah Al Aqli ( the four Rational Journey) atau empat tahapan perjalanan akal,” paparnya.

Dijelaskan, latar belakang disertasinya itu berangkat dari keresahan terhadap masyarakat dan negara muslim yang hidup dengan pola pemikiran dari Barat.

“Bagi saya ini sebuah anomali. Saya sangat mengharapkan adanya sebuah teori sosial yang menjadi pola dan pandangan hidup bagi masyarakat dan negara muslim. Masyarakat muslim harus punya bangunan pemikiran dan teori sosial tersendiri. Saya menemukan pondasi teori sosial dalam karya Mulla Shadra yang disebut dengan Al Hikmah Al Muthaaliyah. Bagi saya ini adalah sebuah pemikiran filsafat yang sangat kuat pondasi dan bangunan pemikirannya terkait dengan kehidupan sosial,” jelasnya.

Supa sapannya yang juga Dosen Filsafat Unhas ini menulis disertasi yang berjudul Potential Actual of Society of The Transcendent Wisdom (Al Hikmah al Nuthaaliyah) as Foundation of Social Theory in Iran.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai mahasiswa kelas Intenasional yang mampu menyelesaikan disertasinya tercepat diantara mahasiswa lain dalam program doktoral tersebut, bersama dengan sejumlah mahasiswa lainnya yang berasal dari berbagai negara.

Dengan catatan masa studi hanya dua tahun, juga meraih nilai terbaik dengan penyelesaian tercepat yang mengantarnya meraih gelar, Supratman ,Msc.Ph.D pada konsentrasi Contemporary Muslim’s Thought.

“Kelas saya adalah program internasional. Jadi mahasiswanya ada berbagai negara, Korea Selatan, Albania, Pakistan, India dan Nigeria. Bahasa pengantar yang saya gunakan yaitu bahasa Inggris. Alhamdulillah saya tercepat diantara semua mahasiswa yang ikut program ini dengan nilai 18.30. mauk dalam kategori nilai terbaik,” ungkapnya.

Adapaun dosen pembimbingnya yaitu Prof Hamid Parsania yang merupakan salah satu pemikir modern ilmu sosial terbaik di Iran saat ini.

“Dia juga adalah salah murid terbaik dari Ayatollah Javad Amoli dan juga penafsir terbaik dari Al Hikmah Al-Muthaliyah karya Mulla Shadra,” ungkapnya.(fit/fajar)

Comment

News Feed