by

Cara Warga Tolak Rapid Test, Tutup Pintu hingga Menumpang di Rumah Keluarga

KalbarOnline.com, MAKASSAR — Salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk mencegah penyebaran covid-19 adalah melakukan rapid test massal di 6 kecamatan zona merah.

Namun, sebagian besar warga Kota Makassar menolak untuk rapid test dengan berbagai alasan. Tak sedikit warga menutup lorong atau gang tempat tinggal mereka dengan spanduk sebagai bentuk penolakan.

Warga di Kelurahan Maccini Sombala Kecamatan Tamalate misalnya, mereka ogah melakukan rapid test dengan menutup pintu rumah mereka.

“Edede takutku nanti kalau diteski negatif baru dibilang covid-19,” ucap salah seorang warga saat ditemui di RW 06 Kelurahan Maccini Sombala, Sabtu (6/6/2020).

Berdasarkan pantauan fajar.co.id, sebagian besar warga menutup rapat pintu rumahnya, sebagian keluar rumah untuk melakukan pindah aktivitas di rumah keluarganya. Bahkan, ada yang memilih untuk pulang kampung.

Camat Tamalate, Hasan Sulaiman, mengatakan, pihaknya telah menempuh segala cara termasuk tindakan persuasif dengan warganya. Namun, sebagian warga memang bersikeras tidak mau melakukan rapid test.

Demi memastikan keselamatan warganya, Hasan mengaku tetap melakukan pencegahan dengan memperingatkan warga yang mengalami gejala Covid-19 untuk tidak meninggalkan rumah sementara waktu.

“Kalau memang nyata-nyata punya gejala awal seperti itu (Covid-19), tinggal disampaikan ke masyarakat sekitar. Kita edukasi masyarakat sekitar supaya ia tidak melaksanakan aktivitas di luar. Begitupun masyarakat di sekitarnya (zona merah) tidak melakukan interaksi,” tegasnya. (ikbal/fajar)

Comment

News Feed