by

Ibunya Dimakamkan Pakai SOP Covid-19, Andi Erni: Sakit Stroke, Tapi Medis Bilang Virusnya Telah Menyebar

KalbarOnline.com, MAKASSAR – Hati kecil Andi Arni Esa Putri Abram masih tergores oleh luka. Ibu kandungnya, Nurhayani Abram yang hanya menderita stroke, malah dianggap PDP saat ajal menjemputnya.

Tentu itu tidak masuk akal di pikiran gadis 24 tahun tersebut. Orang yang melahirkannya itu hanya mengalami stroke pada Jumat sore, (15/5/2020). Lalu dibawa ke RS Bhayangkara dan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 Wita.

“Dia (almarhumah) di rumah sakit hanya sekitar lima jam setengah. Tidak 1X24 jam. Mereka (medis) bilang virus (di tubuh ibunya) telah menyebar,” katanya kepada Fajar.co.id, Jumat (5/6/2020).

Bahkan sebelumnya, Andi Arni bersama ayah kandungnya, Andi Baso Ryadi Mappasulle sudah punya rencana untuk memakamkan jenazah Nurhayani di kampung halamannya, Kabupaten Bulukumba.

“Dari awal kami bilang begitu. Tapi mereka (medis) menolak. Ibu saya memang tidak pernah keluar rumah dan paling patuh dengan pemerintah,” tambah Andi Arni dengan raut wajah sedih.

Saat Tim Gugus datang, dia menangis histeris dan mencegat mobil ambuans yang akan membawa jenazah ibunya ke pemakaman khusus jenazah Covid-19, Maccanda, Kabupaten Gowa. Namun sayang, usaha untuk mempertahankan jenazah ibu tercintanya tak berhasil untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kamis (4/6/2020) kemarin, dia bersama ayahnya telah menyerahkan surat permohonan pemindahan jenazah almarhumah Nurhayani kepada Tim Gugus Penanganan Covid-19 Sulsel. Mereka berharap, usahanya itu akan berhasil dan akan ditempuh dalam jalur hukum sekali pun.

“Makanya saya memasukkan surat (pengembalian jenazah). Karena istri saya tidak layak berada di pemakaman khusus Covid-19. Sementara istri saya tidak Covid-19, dibuktikan dengan hasil swab yang negatif,” kata Andi Baso yang sempat emosi, kepada Tim Gugus atas perlakuan istri tercintanya itu. (ishak/fajar)

Comment

News Feed