by

Dua Tahun Pertama Pernikahan, Masa Paling Rawan!

Bagi pasangan yang sudah menikah, Mums dan Dads tentu paham bahwa masa sulit dalam pernikahan bisa terjadi kapan saja. Ketika hal tersebut terjadi di awal pernikahan, mungkin akan timbul kekhawatiran, tetapi jangan panik karena pasang surut ini sangatlah wajar.

Penelitian menunjukkan bahwa bagaimana sepasang suami istri melewati 2 tahun pertama pernikahan mereka, menentukan kelanjutan pernikahan di tahun-tahun berikutnya.

Baca juga: 10 Cara agar Pernikahan Langgeng hingga Akhir Hayat

Dua Tahun Pertama Penikahan

Ted Huston dari University of Texas di Austin memberikan komentar pada sebuah studi tentang prediktor kepuasan dan stres pernikahan. Studi ini menunjukkan bahwa pernikahan pasangan pengantin baru dan perubahan dalam kebersamaan mereka selama 2 tahun pertama menunjukkan kondisi pernikahan di masa mendatang setidaknya setelah 13 tahun.

Munculnya perasaan kekecewaan terhadap pasangan seperti merasa adanya pengurangan cinta, kasih sayang, dan peningkatan ambivalensi, menjadi faktor yang membedakan antara pasangan yang ingin bercerai dan pasangan yang bertahan.

Dalam studi tersebut, para peneliti juga menemukan perbedaan antara kelompok yang bahagia dalam pernikahan dan kelompok yang tidak bahagia. Penelitian Texas mengamati 156 pasangan yang menikah untuk pertama kalinya pada tahun 1981. Para peneliti menemukan hal berikut setelah menikah selama 13 tahun:

– 68 pasangan bahagia dalam pernikahan

– 32 pasangan tidak bahagia dalam pernikahan

– 56 pasangan bercerai

Pasangan yang bercerai dalam 2 tahun pertama pernikahan menunjukkan tanda-tanda kekecewaan dan bersikap negatif terhadap satu sama lain dalam 2 bulan pertama pernikahan mereka. Ini pertanda masalah jika pasangan pengantin baru mulai mengalami kekecewaan dalam tahun pertama.

Pasangan yang masih menikah dan bahagia adalah pasangan yang mampu memiliki perasaan positif tentang pasangan mereka selama periode awal pernikahan mereka.

Baca juga: 4 Tanda Pernikahan Tidak Bahagia dan Sehat

Menghadapi Honeymoon Blues

Merasa tertekan setelah pernikahan sangatlah wajar terjadi. Kondisi inilah yang disebut dengan honeymoon blues. Namun, penting untuk tidak mengabaikan honeymoon blues. Mempersiapkan diri akan honeymoon blues justru dapat membuat pasangan dapat melewatinya.

Prioritas utama bagi pengantin baru adalah menjaga romansa tetap hidup. Selain itu, beberapa prioritas lain yang perlu dipecahkan bersama dalam tahun pertama pernikahan adalah bagaimana mengalokasikan dan menangani keuangan, pembagian tugas pekerjaan rumah, cara menghabiskan waktu luang bersama, menentukan waktu berhubungan seks, hubungan dengan mertua, menghadapi konflik, hingga mendiskusikan harapan ke depannya.

Meski penting untuk membicarakan hal-hal ini, sayangnya banyak pasangan yang justru menghindari topik-topik ini dan berakhir pada perpecahan.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai pada awal pernikahan:

– Kurang romantis dan keintiman

– Tidak bisa merasakan kegembiraan bersama

– Egoisme

– Takut berhadapan dengan konflik

– Tidak adanya rasa saling menghargai

– Pengeluaran berlebihan

– Terlalu bergantung pada orang tua

– Masalah seksual

– Pelecehan emosional dan/atau fisik

– Harapan yang tidak realistis

Apa yang Harus Dilakukan?

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membicarakannya secara terbuka dan jujur dengan pasangan mengenai kekhawatiran yang dirasakan tanpa saling menyalahkan. Mums atau Dads bisa memulainya dengan mengatakan sesuatu seperti “Saya pikir kita berdua memang sedang berjuang untuk menyesuaikan diri dalam pernikahan.”

Dari pembicaraan tersebut, Mums dan Dads dapat menganalisis lebih lanjut tentang hal apa yang menjadi masalah dalam pernikahan dan mencari jalan keluar atau bahkan bantuan dari pihak lain, seperti terapi pernikahan atau bimbingan dari konselor.

Menjalani pernikahan memang bukan hal mudah. Tentu akan ada banyak permasalahan yang ditemui. Namun, jangan jadikan masalah tersebut sebagai alasan akan perpisahan Mums dan Dads. Sebaliknya, carilah jalan keluar dari permasalahan dan jadikan hal tersebut sebagai pelajaran untuk menciptakan kehidupan pernikahan yang lebih baik ke depannya. (BAG)

Baca juga: 11 Ujian dalam Pernikahan yang Harus Dihadapi

Sumber:

Very Well Mind. “Why Are the First Two Years of Marriage so Important?“.

Comment

News Feed