by

Cerita Pasien Sembuh Covid-19 di Kalbar dari Awal Terjangkit Hingga Berhasil Sembuh

KalbarOnline, Pontianak – Satu dari 24 pasien konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat yang dinyatakan sembuh berkenan menceritakan kesan-kesannya selama menjalani isolasi ketat di RS Soedarso Pontianak pasca dinyatakan positif terpapar virus Covid-19.

Sebut saja Mr. X (menjaga privasi pasien berdasarkan Permenkes nomor 36 tahun 2012 tentang rahasia kedokteran) diketahui merupakan seorang dokter di salah satu rumah sakit di Kota Pontianak dan merupakan pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Mr. X menceritakan bahwa dirinya masuk rumah sakit pada tanggal 28 April 2020. Pada saat masuk rumah sakit, dirinya tak mengira terpapar Covid-19, pasalnya hanya mengeluhkan sakit penyumbatan pembuluh darah di kakinya.

“Saya masuk rumah sakit 28 April 2020, pulang kemarin tanggal 3 Juni 2020, jadi lebih dari 30 hari. Masuk awal bukan karena curiga covid-19, tapi karena sakit kaki,” ujarnya saat diwawancarai usai dilepas secara resmi oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji bersama 23 pasien Covid-19 lainnya yang dinyatakan sembuh di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kamis (4/6/2020).

Setelah dirawat sekitar seminggu, dirinya merasa curiga telah terpapar Covid-19.

“Lalu diperiksa ternyata positif, saya dipindah dari RS swasta ke RS Soedarso. Dinyatakan positif covid dari pemeriksaan swab. Untungnya hasil pemeriksaan swabnya cepat keluar, tiga hari sudah keluar. Jadi cepat dipindah,” ceritanya.

Selama 31 hari menjalani isolasi ketat, dirinya merasa benar-benar mendapat perawatan yang baik. Mulai dari menu makanan, obat-obatan hingga vitamin benar-benar terjaga.

“Itu benar-benar perawatan karena covid jadi semuanya mendapat obat lengkap, anti virus, antibiotik, vitamin-c, klorokuin, lengkap. Kalau obat lain hanya meneruskan obat untuk penyumbatan pembuluh darah di kaki, sampai hari ini masih, karena jangka panjang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dia juga menceritakan rutinitasnya selama sebulan diisolasi. Mulai dari berolahraga, membaca buku, mendengar musik hingga berserah kepada Tuhan.

“Selama sebulan kerjaannya karena saya sudah merasa sehat dan hanya keluhan kecil-kecil, setiap pagi saya sepedaan. Jadi saya bawa sepeda statis. Pagi, siang dan sore saya sepedaan. Awalnya 10 menit, lama-lama 15-30 menit. Kemudian membaca buku di luar kedokteran, walaupun saya dokter, saya gak baca buku dokter. Sekali-kali baca jurnal di smartphone, cari yang berhubungan dengan penyakit kita. Kemudian nonton tv, tapi jarang sekali. Sesekali hanya menonton berita. Kemudian dengar musik, nonton video youtube yang lucu-lucu. Yang lawak-lawak. Kemudian banyak doa. Rutinitas sehari-hari itu. Seminggu di sana rasanya udah sehat, saya rutin semua kerjain, nyuci baju dan sebagainya di kamar,” imbuhnya.

Pasca resmi dipulangkan, Mr. X mengaku akan melanjutkan isolasi mandiri selama dua pekan dan memilih untuk tidak bekerja terlebih dulu sekalipun kata dia tidak ada keharusannya untuk melakukan itu.

Setelah dipulangkan ini saya akan melanjutkan isolasi mandiri selama dua minggu, saya tidak akan kemana-mana, tidak akan masuk kerja dulu, walaupun tidak ada keharusan itu, tapi saya merasa harus mengikuti protokol kesehatan. Makanya saya bilang, ketika dirawat di rumah sakit saya benar-benar merasa sebagai pasien walaupun saya dokter, apa kata dokter saya ikuti, saya tidak mengintervensi pengobatan,” tukasnya.

Di kesempatan ini, dirinya memberikan pesan kepada seluruh pasien Covid-19 yang saat ini masih menjalani perawatan agar tetap semangat, selalu gembira, berfikiran positif, terus berusaha dan banyak berdoa.

“Pesan untuk teman pasien covid yang belum sembuh. Yang penting, semangat itu nomor satu, terus selalu gembira, gak boleh ada fikiran negatif di otak, begitu ada fikiran negatif langsung buang, kita harus usaha, kalau mentok ya doa, kita minta kepada Tuhan, kalau kita tidak bisa, sebagai manusia kita mentok ya doa. Biasanya langsung hilang,” pesannya.

Kepada masyarakat, dirinya juga berpesan agar selalu mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak juga selalu menjaga kesehatan.

“Saya dokter tapi tidak menangani orang yang curiga covid. Artinya siapapun bisa terkena covid tidak peduli mau dokter, bukan dokter, mau merawat pasien covid atau tidak, karena banyak orang tanpa gejala (OTG). Di mana-mana. Makanya jangan lupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan itu harus tetap. Lalu secara pribadi kita harus menjaga kesehatan kita supaya fit, artinya kalaupun sampai terkena minimal daya tahan tubuh kita bagus. Saya sekarang usia 58 tahun, syukurnya saya tidak punya komorbid,” pungkasnya.

Seperti diketahui Mr. X merupakan seorang dokter di salah satu rumah sakit di Pontianak. Mr. X yang merupakan OTG ini bahkan tidak diikutsertakan dalam tim gugus tugas Covid-19 rumah sakit di rumah sakit tempat ia bekerja karena berbagai pertimbangan salah satunya faktor usia, di mana saat ini dirinya telah berusia 58 tahun masuk kategori usia rentan. Artinya dia tidak menangani pasien yang terpapar Covid-19. Dari cerita Mr. X ini dapat disimpulkan bahwa siapapun dapat terpapar virus Covid-19. Untuk itu masyarakat diharapkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (Fai)

Comment

News Feed