by

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Rendah, Kadiskes Kalbar Sebut Perhatian Pemkab Ketapang Kurang

KalbarOnline, Pontianak – Tingkat kesembuhan pasien konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat sampai saat ini berada di angka 39 persen. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson kepada wartawan di Pontianak, Rabu (3/6/2020).

“Jadi ini memang sangat bergantung kepada kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menyoroti rendahnya tingkat kesembuhan pasien konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Ketapang yang hanya berada di angka 4,7 persen. Di mana tingkat kesembuhan pasien konfirmasi Covid-19 di Kalbar secara keseluruhan sebesar 39 persen. Hal itu diungkapkannya kepada wartawan di Pontianak, Rabu (3/6/2020).

“Menurut saya perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang maupun Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap kasus konfirmasi covid-19 ini kurang,” sebutnya.

Harisson lantas mencotohkan tingkat kesembuhan di Kota Pontianak yang mencapai angka 48 persen. Dari angka tersebut, menurut Harisson, Kota Pontianak benar-benar memperhatikan kondisi pasien konfirmasi Covid-19 sehingga akan sangat membantu dalam proses kesembuhan.

“Coba kita contoh Kota Pontianak. Kota Pontianak itu angka kesembuhannya mencapai 48 persen. Kalau kita belajar dari Pontianak, benar-benar menyediakan rumah singgah di rusun yang dikelola dengan baik. Di mana di situ ada perawat, ada dokter yang setiap hari memantau, kemudian mereka (Pemkot Pontianak) benar-benar memperhatikan menu makanan yang baik. Jadi di situ ada diberikan makanan yang bergizi seperti madu, buah-buahan, telur, makan-makanan yang sangat bergizi. Sehingga ini akan sangat membantu dalam proses kesembuhan kasus konfirmasi covid-19,” tukasnya.

“Sekali lagi saya menekankan agar Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang benar-benar dapat memberikan perhatian khusus kepada kasus konfirmasi yang ada di Ketapang. Saat ini ada 21 pasien konfirmasi, di mana baru satu orang yang sembuh. Menurut saya Dinas Kesehatan Ketapang tidak memperhatikan kondisi pasien atau kondisi orang yang sekarang sedang terkonfirmasi Covid-19,” timpalnya.

Menyikapi hal tersebut Harisson sampai-sampai menawarkan Pemerintah Kabupaten Ketapang agar pasien kasus konfirmasi Covid-19 Ketapang dibawa ke Kota Pontianak jikalau Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang tidak mampu menangani kasus konfirmasi Covid-19.

“Jadi kalau memang Dinas Kesehatan Ketapang tidak mampu menangani kasus-kasus konfirmasi covid-19, saya menawarkan agar kasus konfirmasi ini dibawa saja ke Pontianak, jadi kalau nanti dibawa ke Pontianak kami akan rawat di Upelkes dan akan kami perhatikan dengan serius, supaya kasus-kasus di Ketapang ini bisa cepat sembuh,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Harisson turut membeberkan bahwa kasus konfirmasi Covid-19 di Ketapang pada umumnya merupakan orang tanpa gejala (OTG). Namun, kata Harisson, untuk terlepas dari genggaman virus covid-19, pasien harus benar-benar fit.

“Imunitas tubuhnya harus benar-benar bagus, ini sebenarnya bisa dibantu oleh Dina Kesehatan Ketapang atau Pemerintah Kabupaten Ketapang dengan memberikan mereka perhatian baik dari gizi maupun obat-obatan, intinya dari hal yang kecil lah. Artinya gizi mereka harus benar-benar perhatikan, jangan sampai mereka tidak kita berikan asupan gizi yang baik,” tegasnya lagi.

Tak hanya memberikan atensi kepada Dinas Kesehatan Ketapang, Harisson juga memberikan perhatian sekaligus peringatan kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Kalbar lainnya yang tingkat kesembuhannya masih di bawah 20 persen agar benar-benar memberikan perhatian serius kepada kasus konfirmasi.

“Saya harapkan Dinkes kabupaten/kota di Kalbar benar-benar memperhatikan kondisi kasus konfirmasi ini agar mereka cepat pulih dan cepat beraktivitas lagi seperti sediakala,” pungkasnya. (Fai)

Comment

News Feed