by

Positif Covid-19, Kadiskes Kalbar Beberkan Kondisi Bupati Melawi dan Keluarga

KalbarOnline, Pontianak – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson membeberkan kondisi Bupati Melawi, Panji dan keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Harisson mengatakan, kondisi Panji dan keluarga dalam keadaan sehat.

“Kondisinya sehat, klinisnya juga baik. Pak Bupati dan keluarga ini merupakan OTG (orang tanpa gejala). Kita berdoa mudah-mudahan Pak Bupati dan keluarga akan cepat mengalami proses penyembuhan,” ujarnya kepada wartawan di Pontianak, Selasa (2/6/2020).

Lantaran merupakan OTG, Harisson menjelaskan, Panji dan keluarga tidak memerlukan perawatan.

“Cukup melakukan isolasi secara mandiri dengan memperhatikan protokol isolasi mandiri. Muda-Dalam waktu dekat ini kita akan test lagi setelah dua minggu untuk melihat apakah virus itu masih ada,” tukasnya.

Seperti diketahui, Bupati Melawi, Panji mengumumkan bahwa dirinya beserta keluarganya terpapar Covid-19. Hal ini pun turut dibenarkan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson.

“Jadi untuk kasus konfirmasi di Kabupaten Melawi ini ada tujuh orang jumlahnya, kebetulan adalah Bupati Melawi beserta keluarga,” terang Harisson.

Kasus konfirmasi ini, kata Harisson, berawal dari menantu Panji. Berdasarkan perkiraan Dinas Kesehatan dalam tracing, lanjut Harisson, menantu Bupati Panji tertular di rumah sakit.

“Karena menantu Pak Bupati ini bekerja di RSUD Melawi. Selanjutnya karena ini satu keluarga, maka anggota keluarga yang lain juga tertular termasuk Pak Panji,” jelasnya.

Orang nomor wahid di jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar ini turut mengapresiasi langkah Bupati Panji selaku pejabat publik dengan berani memberikan pernyataan bahwa dirinya tertular Covid-19.

“Terus terang saya bangga dan hormat kepada Pak Panji yang sudah memberikan pernyataan bahwa beliau tertular covid-19. Dan memang, apabila seseorang tertular covid-19 ini bukan merupakan suatu aib. Tidak ada orang yang mau terkena penyakit ini. Tetapi karena keadaan yang menyebabkan kita tertular. Kita semua berdoa semoga Pak Bupati beserta keluarganya ini akan cepat mengalami proses penyembuhan. Semoga Pak Bupati dan keluarganya segera negatif dalam pemeriksaan PCR-nya. Dinas Kesehatan akan terus melakukan tracing kasus konfirmasi ini,” imbuhnya.

Midji Apresiasi Panji

Terpisah, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengapresiasi langkah Bupati Melawi, Panji yang berani secara terbuka mengumumkan dirinya dan keluarga terpapar Covid-19.

“Saya apresiasi Pak Panji. Beliau satu keluarga (Terpapar). Beliau dengan sukarela menyampaikan secara terbuka. Artinya apa, tidak harus ada anggapan negatif masyarakat terhadap orang yang terpapar virus covid-19. Biasa saja orang sakit,” ujarnya saat diwawancarai wartawan di Pontianak, Selasa (2/6/2020).

Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura ini juga mencontohkan satu bukti, di mana pihaknya merawat satu pasien berusia 72 tahun yang terkonfirmasi Covid-19 di RS Soedarso dan dinyatakan sembuh.

“Dia ketika masuk sempat koma, tidak bisa komunikasi, hari ini sudah dinyatakan sembuh, bahkan hari ini konfirmasi ada 7 yang sembuh, tapi kita masih nunggu surat resminya. Artinya biasa saja orang sakit. Kalau Pak Bupati Melawi menyampaikan secara terbuka itu bagus dan saya yakin 14 hari ke depan beliau saya rasa sudah sembuh. Bahkan ada Wakil Kepala Daerah (wakil bupati) di Kalbar ini yang awalnya positif sekarang sudah sembuh, dia bersama istrinya, sekarang sudah sembuh total dia OTG (Orang Tanpa Gejala). Sama dengan Pak Bupati Melawi dan keluarganya juga OTG,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Midji meminta masyarakat Kalbar termasuk para pejabat untuk terus waspada dan menyadari pentingnya mematuhi protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan dan menjaga jarak.

“Saya lihat data dari 196 orang yang positif itu 50 persennya harusnya orang yang sudah paham tentang covid-19 bahkan lebih 60 persen. Artinya misalnya dokter, dia sudah harus tahu ketika melayani pasien harus gunakan APD (alat pelindung diri) lengkap. Supaya tidak terjangkit. Tapi nyatanya banyak. Perawat juga banyak. ASN harusnya juga paham tapi mereka yang justru terpapar. Ini yang saya bilang, kalau mereka terpapar, bagaimana lainnya,” tegasnya.

“Ini harusnya disadari masyarakat, Pemerintah rewel, ketat dan tegas bukan untuk menyusahkan masyarakat justru untuk menjaga masyarakat. Ini harus dipahami masyarakat. Contoh Pak Bupati Melawi. Keterjangkitan awal anak beliau yang dokter, akhirnya terpapar. Itulah masalahnya virus, walaupun tidak kontak langsung, bisa terpapar. Apa yang bekas dipegang orang, lalu kita pegang saja bisa kena,” pungkasnya. (Fai)

Comment

News Feed