by

Midji Apresiasi Panji Berani Umumkan Dirinya dan Keluarga Terpapar Covid-19

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengapresiasi langkah Bupati Melawi, Panji yang berani secara terbuka mengumumkan dirinya dan keluarga terpapar Covid-19.

“Saya apresiasi Pak Panji. Beliau satu keluarga (Terpapar). Beliau dengan sukarela menyampaikan secara terbuka. Artinya apa, tidak harus ada anggapan negatif masyarakat terhadap orang yang terpapar virus covid-19. Biasa saja orang sakit,” ujarnya saat diwawancarai wartawan di Pontianak, Selasa (2/6/2020).

Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura ini juga mencontohkan satu bukti, di mana pihaknya merawat satu pasien berusia 72 tahun yang terkonfirmasi Covid-19 di RS Soedarso dan dinyatakan sembuh.

“Dia ketika masuk sempat koma, tidak bisa komunikasi, hari ini sudah dinyatakan sembuh, bahkan hari ini konfirmasi ada 7 yang sembuh, tapi kita masih nunggu surat resminya. Artinya biasa saja orang sakit. Kalau Pak Bupati Melawi menyampaikan secara terbuka itu bagus dan saya yakin 14 hari ke depan beliau saya rasa sudah sembuh. Bahkan ada Wakil Kepala Daerah (wakil bupati) di Kalbar ini yang awalnya positif sekarang sudah sembuh, dia bersama istrinya, sekarang sudah sembuh total dia OTG (Orang Tanpa Gejala). Sama dengan Pak Bupati Melawi dan keluarganya juga OTG,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Midji meminta masyarakat Kalbar termasuk para pejabat untuk terus waspada dan menyadari pentingnya mematuhi protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan dan menjaga jarak.

Midji Apresiasi Panji Berani Umumkan Dirinya dan Keluarga Terpapar Covid-19

“Saya apresiasi Pak Panji. Beliau satu keluarga (Terpapar). Beliau dengan sukarela menyampaikan secara terbuka. Artinya apa, tidak harus ada anggapan negatif masyarakat terhadap orang yang terpapar virus covid-19. Biasa saja orang sakit,” ujarnya saat diwawancarai wartawan di Pontianak, Selasa (2/6/2020).#KalbarOnline

Posted by KalbarOnline.Com on Tuesday, 2 June 2020

“Saya lihat data dari 196 orang yang positif itu 50 persennya harusnya orang yang sudah paham tentang covid-19 bahkan lebih 60 persen. Artinya misalnya dokter, dia sudah harus tahu ketika melayani pasien harus gunakan APD (alat pelindung diri) lengkap. Supaya tidak terjangkit. Tapi nyatanya banyak. Perawat juga banyak. ASN harusnya juga paham tapi mereka yang justru terpapar. Ini yang saya bilang, kalau mereka terpapar, bagaimana lainnya,” tegasnya.

“Ini harusnya disadari masyarakat, Pemerintah rewel, ketat dan tegas bukan untuk menyusahkan masyarakat justru untuk menjaga masyarakat. Ini harus dipahami masyarakat. Contoh Pak Bupati Melawi. Keterjangkitan awal anak beliau yang dokter, akhirnya terpapar. Itulah masalahnya virus, walaupun tidak kontak langsung, bisa terpapar. Apa yang bekas dipegang orang, lalu kita pegang saja bisa kena,” pungkasnya. (Fai)

Comment

News Feed