by

Terpuruk Ditinggal Sponsor Utama, Williams Pertimbangkan Jual Tim F1

KalbarOnline.com − Krisis finansial yang menimpa tim-tim F1 akibat tak kunjung bergulirnya musim balap tahun ini akhirnya memakan korban. Williams dikabarkan sedang dalam negosiasi untuk dijual. Keputusan tersebut tak bisa dihindari setelah sponsor utama mereka ROKiT juga memustukan kontrak kerja sama.

Williams Grand Prix Holding (WGPH) secara terbuka mengatakan tengah berupaya mencari cara untuk menambah modal perusahaan.

”Ini baru tahap awal. Kami belum menentukan apakah bentuk investasi yang kami butuhkan adalah murni modal, mendivestasi saham minoritas, atau menjual seluruh saham,” terang Deputi Team Principal Williams, Claire Williams.

Tim yang dibentuk Frank Williams pada 1977 itu juga mulai mengumumkan untuk membuka penjualan saham secara formal guna menarik minat investor baru.

Kabarnya, keluarga Nicholas Latifi yang memiliki saham cukup besar di McLaren berminat mengambil alih Williams.

Ayah Latifi, Michael Latifi, adalah pemilik Sonia Foods Inc dengan nilai investasi USD 270 juta di McLaren. Nicholas sendiri bakal menjalani musim debutnya di F1 bersama Williams tahun ini.

Laporan keuangan Williams memang terbilang mengkhawatirkan. Musim lalu, mereka dilaporkan merugi GBP 13 juta (Rp 235,3 miliar). Padahal pada 2018, mereka sempat meraup keuntungan GBP 12,9 juta (Rp 233,5 miliar).

Meski demikian, Williams memastikan belum melakukan PHK terhadap para staf dan karyawan mereka. ”Aku yakin, kami akan menemukan investasi yang kami butuhkan,” tegas Claire.

Kesulitan Williams juga ditandai perpisahan dengan sponsor utama ROKiT. Kerja sama kedua pihak seharusnya berlangsung sampai 2023. ”Kami tidak bisa menjelaskan secara detail penyebabnya. Yang pasti, kami sudah memenuhi seluruh kewajiban kami kepada ROKiT,” terang Williams.

Selanjutnya, Claire dan timnya berupaya mendapatkan sponsor baru sebelum musim 2020 bergulir. Perubahan tentu saja akan terjadi. Salah satunya dalam tampilan livery mobil yang dikendarai George Russell dan Nicholas Latifi tersebut.

Williams merupakan tim legendaris yang pernah berjaya di pentas F1. Mereka tercatat 9 kali menjadi juara konstruktor dan 7 kali mengantarkan pembalap mereka menjadi juara dunia.

Para pembalap tenar pada masa lalu juga pernah mengisi paddock Williams. Antara lain, Nigel Mansell, Nelson Piquet, Damon Hill, Alain Prost, Ayrton Senna, Jacques Villeneuve, Juan Pablo Montoya, Nico Rosberg, dan Valtteri Bottas.

Pada musim 2014 dan 2015, Williams masih kompetitif dan bertengger di tiga besar F1. Namun, performa mereka berangsur menurun karena buruknya manajemen keuangan tim. Musim 2019 menjadi tahun terburuk bagi tim Williams.

Mereka terdampar di posisi buncit klasemen konstruktor dan hanya mampu mengemas satu poin lewat Robert Kubica di GP Jerman. Situasi sulit yang dialami Williams sebelumnya juga menimpa McLaren.

Tim yang bermarkas di Woking, Inggris, itu berencana menggadaikan pabrik dan sederet mobil klasik mereka untuk menambal biaya operasional. Selain itu, mereka sudah merumahkan 70 staf di tim balap F1.

Comment

News Feed