by

Pemerintah Meminta Dunia Olahraga Indonesia Agar Kembali Produktif

KalbarOnline.com – Setelah Presiden Joko Widodo menggaungkan dimulainya era normal baru, semua komponen bergerak untuk beradaptasi.

Dunia olahraga sudah diminta agar produktif kembali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kemarin (29/5), Kemenpora menggelar rapat virtual bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga. Antara lain, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi).

Menpora Zainudin Amali menuturkan, berdasar arahan presiden, setiap sektor –termasuk olahraga– diharapkan bisa segera produktif kembali dengan tetap menjaga standar kesehatan.

Politikus Partai Golkar itu menuturkan, dalam penerapan new normal di bidang olahraga, pihaknya bakal terus berpatokan pada kebijakan gugus tugas. ”Apa yang dikeluarkan akan dipatuhi. Misalnya, apa saja yang akan diberlakukan pada tahap pertama dan seterusnya,” ujarnya kemarin.

Pihaknya menegaskan tidak ingin membuat aturan sendiri. Saat ini, seluruh pemangku kepentingan berupaya mencari referensi untuk merancang draf protokol kesehatan demi mempersiapkan kembali digelarnya event olahraga.

Misalnya, mengelar latihan hingga tryout. Hanya, pihaknya tidak mau terburu-buru menjelaskan isinya secara global. ”Karena nanti bisa diterjemahkan berbeda. Itu akan merepotkan. Kan niat kami untuk tetap produktif di tengah pandemi,” ucapnya.

Selain itu, Menpora menyoroti berbagai kejuaraan di mana Indonesia menjadi tuan rumah dan melibatkan banyak negara sebagai peserta. Misalnya, Indonesia Open di bulu tangkis. Ajang itu rencananya berlangsung pada 17–22 November. ”Kami menunggu koordinasi dari PBSI. Kan ini kita menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Andai siap, sambung dia, pemerintah bakal memberikan dukungan dan mengecek secara detail protokol yang bakal dipersiapkan. ”Bisa saja membatasi jumlah pemain, pelatih, panitia, dan penyelenggara. Kalau (misalnya, Red) akan melibatkan penonton, itu siapa yang akan bisa menjamin? Sangat hati-hati mengaturnya,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno memberikan masukan akan perlunya pengawas khusus terhadap protokol kesehatan. Pada cabor permainan, misalnya. Selebrasi merayakan gol dalam sepak bola yang sampai berpelukan dan berkerumun sudah tidak pas lagi dilakukan di tengah keharusan menjaga jarak.

Ketua Umum KOI Indonesia Raja Sapta Oktohari menyebutkan, saat ini pihaknya terus mengumpulkan referensi pemberlakuan protokol kesehatan dari negara lain. Contohnya, Taiwan yang tetap menggelar kegiatan olahraga walau tanpa penonton.

”Dengan adanya referensi, kami bisa bandingkan dan ajukan ke pemerintah. Sehingga protokol yang kami susun bisa sama dengan negara lain,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Formi Hayono Isman juga menyampaikan pentingnya program masyarakat bugar menjadi prioritas. Sebab, kebugaran tubuh bisa meningkatkan imunitas. ”Peran olahraga bisa menjadi motor bagi percepatan pemulihan dari dampak Covid-19,” ucapnya.

Protokol Olahraga untuk Atlet Terbagi 3 Tahap

– Pertama
Olahraga di rumah dapat dilakukan yang bersifat non-body contact. Dan pada area olahraga tidak boleh lebih 10 orang.
– Kedua
Tetap olahraga di rumah dan non-body contact. Jumlah orang dalam area olahraga dapat dilakukan 20 orang. Pada olahraga tim tertentu dibutuhkan juga syarat khusus.
– Ketiga
Tempat olahraga maksimal diisi 100 orang, tapi dengan perhatikan jarak 4 m²/orang.

Catatan: Pada seluruh tahap, jaga jarak, cuci tangan, cek suhu tubuh, dan penggunaan masker wajib dilakukan.

Comment

News Feed