by

Keluarga Pasien Covid 19 Diseret Petugas Satgas, Kadinkes Minta Maaf

KalbarOnline.com,MAKASSAR– Beberapa hari lalu video amatir keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Siloam beredar di media sosial. Nampak seorang wanita diseret oleh petugas gugus tugas penanganan covid-19. Mereka menarik dan menyeret keluar dari ruang pemulasaran jenazah karena dinilai menghalangi prosesi pemakaman.

Melihat video itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari menuturkan permohonan maaf dan meminta kepada petugas agar lebih melakukan pendekatan yang persuasif.

“Kalaupun ada penyeretan begitu tentu dalam rangka semua yang disampaikan terkait edukasi bisa berjalan dan untuk itu kami minta maaf. Petugas menjalankan begitu karena protokolnya, pemuzaran jenazah itu 4 jam jadi harus ada kerja sama,” ucap Ichsan.

Menurutnya sebelum pemakanan jenazah berbagai edukasi disampaikan kepada pihak keluarga diantaranya dengan tidak memeluk pasien. Kata dia, pantauan dilapangan cukup berbeda dengan edukasi-edukasi yang diberikan.

“Sebelum dilakukan pemulasaran dilakukan edukasi kepada keluarganya, baik PDP atau positif diharakan semua keluarga jaga jarak kalau bisa jangan memeluk. Tapi prosesnya tidak jalan seperti itu di lapangan, satgas dalam menjalankan ini menegur jadi saya kira begini memang di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan,” jelasnya.

Kendati demikian, ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, baik kelurga pasien maupun petugas satgas dapat saling menghargai dan menghormati begitupun dengan protokol keamanan dalam pengantaran jenazah pasien ke pemakaman.

“Saya pastikan pihak keamanan menjalankan pendekatan secara persuasif pendekatan ke masyarakat tapi kalau ada memang seperti itu saya kepala dinas kesehatan mohon maaf, kedepan saya kira tidak ada lagi. Karena kita tidak salin menjaga, teman-teman dibagian pemulasaran juga harus dihargai begitupun keluarga pasien,” tutup Ichsan Mustari. (anti/fajar)

Comment

News Feed