by

Kabar Terbaru Soal Pasien Covid-19 yang Diminta Bayar Rp49 Juta

KalbarOnline.com, MAKASSAR- Dinas Kesehatan (Diskes) Sulsel kaget ihwal adanya pembayaran mahal pasien Covid-19. Kasus ini sementara diselidiki.

Kadiskes Sulsel dr Ichsan Mustari mengaku cukup kaget dengan biaya yang mesti dibayar pasien Covid-19, pasangan suami istri di RS Siloam Makassar. Pihaknya sudah meminta penjelasan langsung kepada pihak direksi RS.

“Saya sudah sampaikan ke Direktur Utama RS Siloam. Kita menunggu jawabannya karena mereka juga sementara mengidentifikasi datanya,” ungkap Ichsan saat video conference, Jumat, 29 Mei.

Ichsan mengaku pelayanan medis atau medical check up (MCU) terkait Covid-19 sudah ada aturan pemerintah. Tidak ada pengenaan biaya. Apalagi, sebenarnya Pemprov juta memiliki program Wisata Covid-19 yang juga gratis.

“Jadi saya belum bisa menarik kesimpulan kejadian ini. Terus terang saya kaget juga. Namun, kita tunggu jawaban pihak RS Siloam bagaimana sebenarnya kondisi yang terjadi di sana,” terangnya.

Kasus ini melibatkan pasien atas nama Juni Hardi dan istrinya, Rismayanti alias Yuyun. Mereka tidak terima diberi tagihan pembayaran hingga Rp49 juta oleh pihak RS Siloam Makassar yang dianggapnya sangat mahal.

Kini kasus tersebut berlanjut hingga pihak RS Siloam akan mengadakan pertemuan dengan Yuyun. Kedua belah pihak akan membahas dan saling menjelaskan satu sama lain terkait hal tersebut.

Baca juga: Istri Pasien Syok, Biaya Penanganan Mirip Gejala Corona di RS Siloam Rp49 Juta

Humas RS Siloam Putri Amelia mengatakan ada beberapa hal yang harus diluruskan dan dijelaskan secara detail kepada pasien. Untuk itu akan ada pertemuan untuk menjelaskan masalah tagihannya.

“Kami dari pihak RS Siloam telah menghubungi keluarga Juni Hardi untuk membahas terkait hal tersebut, dan akan bertemu hari Selasa, 2 Juni, untuk membahas hal ini,” ucap Putri.

Menurutnya, ada beberapa kekeliruan yang disampaikan pasien terkait rincian tersebut. Untuk itu pihak RS meminta bertemu agar bisa menjelaskan lebih detail agar tak salah kaprah.

Terpisah, Yuyun mengatakan siap datang dan memang ingin mendengarkan penjelasan RS Siloam jika memang diundang. Ia ingin tahu mengapa pembayaran sampai demikian, baik terkait pembayaran sang suami maupun selisih pembayaran untuk dirinya yang kala itu ditetapkan sebagai ODP. (fik-wis/abg-zuk/fajar)

Comment

News Feed