by

Kalbar Bersiap Menuju New Normal Life, Midji : Kita Mulai dari Rumah Ibadah

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan bahwa provinsi yang dipimpinnya itu kini tengah bersiap menuju New Normal Life atau tatanan kehidupan normal baru. Pihaknya, kata dia, saat ini tengah menyusun protokol tetap (protap) untuk menerapkan New Normal Life. Hal itu diungkapkan Midji usai memimpin rapat bersama unsur pimpinan Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) dan jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (29/5/2020).

“Persiapan menuju New Normal Life, berbagai sektor nanti akan kita susun protapnya. Tapi akan kita mulai dari rumah ibadah dulu dan kegiatan ekonomi. Ada beberapa (pelaksanaan) yang mungkin kita evaluasi contohnya kotak sumbangan yang keliling itu ditiadakan. Itu rawan. Kemudian cuci tangan walaupun sudah wudhu di rumah harus cuci tangan, pakai masker, jarak shaf, pelan-pelan diberikan pemahaman. Kemudian khotbah kalau biasa setengah jam cukup 10 menit, yang penting rukunnya tercapai. Hal-hal seperti itu aja,” ujarnya.

Kesulitan dalam penerapan New Normal Life, diakui Midji, yakni di sektor pendidikan (sekolah). Diperlukan persiapan yang matang.

“Yang rumit itu kan sekolah, harus persiapan matang, makanya tunggu ajaran baru nanti baru masuk, kita siapkan. Kalau di kota Pontianak, wastafel di sekolah-sekolah rata-rata sudah, waktu saya Walikota memang sudah saya suruh buat. Kemudian kantin sehat juga. Kebanyakan program-program Pemprov ini kebetulan. Misalnya kita menyediakan meubeler untuk sekolah sekarang diubah jangan dua kursi satu meja. Jadi satu kursi satu meja. Dua kursi satu meja untuk SD masih boleh,” tukasnya.

Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura ini menyebutkan bahwa, progress pemerintahan yang dipimpinnya itu saat ini yang paling bagus yakni Desa Mandiri. Di mana saat ini telah mencapai 158 desa mandiri dari sebelumnya hanya 87 desa mandiri. Hal ini menurutnya dapat dijadikan dasar lanjutan untuk mengajak masyarakat disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Naiknya dua kali lipat. Kalau desa mandiri bisa kita wujudkan kenapa kita tidak bisa mengajak masyarakat disiplin dari desa. Desa sangat tertinggal dari 207 sekarang tinggal 8-15 desa. Pengalaman program kita yang berat untuk mewujudkan desa mandiri akan kita evaluasi jadikan dasar lanjutan untuk mengajak masyarakat disiplin. Karena yang namanya virus tidak mungkin hilang 100 persen sampai dunia kiamat kecuali ditemukan obatnya kemungkinan virusnya akan lemah. Atau masyarakat hidup disiplin akhirnya tak terpapar virus, itu aja,” jelasnya.

“Semua sektor kita susun protapnya, tapi pelan-pelan. Ada yang biasa dengan pembatasan sedikit, ada yang tetap jalan dengan pembatasan yang lebih ketat dan ada yang sangat ketat tapi harus disiapkan. Salah satunya sekolah. Karena banyak. Apalagi aspek anak-anak, tidak sama,” timpalnya.

Meski demikian, Midji mengakui tantangan terberat dalam menerapkan New Normal Life ada di masyarakat. Menurutnya, secara bertahap Kalbar dapat menerapkan New Normal Life asal masyarakat disiplin.

“Asal masyarakat disiplin. Tantangannya itu. Sosialisasinya kita lewat media dan sebagainya. Masyarakat juga harus paham, orang yang rapid testnya reaktif, jangan dianggap itu aib dan sebagainya, biasa saja. Tapi tetap waspada, sekarang ini penyebarannya kan yang banyak OTG (Orang Tanpa Gejala) semua, kalau hanya menyebar ke usia produktif biasa, tapi kalau menyebar ke warga yang memiliki penyakit pemberat itu yang bahaya,” pungkasnya. (Fai)

Comment

News Feed