by

Terpaksa Bertahan di Asmara Walau Jarak Rumah Cuma 5 Kilometer

KalbarOnline.com-Physical distancing, #DiRumahAja, dan jangan mudik. Tiga mantra yang mengubah wajah Idul Fitri tahun ini. Banyak yang tak bisa berjumpa dengan keluarga. Termasuk para penghuni pelatnas Cipayung. Mereka pun merayakan Lebaran dengan sederhana.

Sejak beberapa hari sebelum Lebaran, pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta Timur, berbenah. Koridor di depan mes atlet dipasangi kain. Di ujung teras, terdapat kursi dan meja.

Lalu, di depan meja, disusun pula kursi-kursi tunggal dengan jarak sekitar 1,5 meter. Semua itu disiapkan buat para pemain menerima kunjungan dari keluarga.

Karena masih suasana pandemi, kunjungan tersebut tertutup. Anggota keluarga yang akan berkunjung didata sejak jauh hari. Pengunjung di luar yang didata tidak boleh masuk. Karena jadwal kunjungan bergantian, waktunya pun terbatas. Namun, para pemain tetap berusaha mensyukurinya.

Buat Fajar Alfian, dirinya kali kedua secara beruntun tidak merayakan Lebaran bersama keluarga di Bandung. Tahun lalu dia mengikuti Australia Open 2019. Kali ini dia dan para pemain lain tidak bisa pulang akibat wabah.

Untung, di pelatnas banyak teman. Ada pasangannya, M. Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando, Rinov Rivaldy, dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Juga, Karono, M. Shohibul Fikri, serta M. Reza Pahlevi.

’’Kalau sudah di rumah, mungkin nggak boleh balik lagi. Tetapi, di pelatnas tidak boleh pulang. Mau tidak mau ya di sini,’’ ungkap Fajar ketika dihubungi kemarin (25/5).

’’Sedih sih. Apalagi, aku tipe orang yang dekat sama keluarga. Tapi, aku nggak boleh mudik. Jadi, ya Lebaran sama teman-teman di asrama,’’ jelas pemain 25 tahun tersebut.

Jika situasi normal, seharusnya mereka mengikuti Piala Thomas yang jadwal awalnya bertepatan dengan Idul Fitri. Karena pelaksanaan Piala Thomas diundur, Fajar sempat berharap bisa merayakan Lebaran dengan keluarganya. Namun, harapan itu juga sirna.

’’Diambil hikmahnya saja. Puasa tahun ini jadi bisa full. Paling nanti kalau (pandemi, Red) korona ini mereda, mau pulang dulu bertemu dengan keluarga dan liburan,’’ ungkapnya berencana.

’’Ini sudah dua bulan nggak ketemu keluarga. Biasanya, momen seperti ini dihabiskan bareng keluarga,’’ lanjut juara Korea Open 2019 tersebut.

Yang juga merasa nyesak adalah Melati Daeva Oktavianti. Sebab, sebenarnya jarak rumah orang tuanya di Ciracas dengan Cipayung tidak jauh-jauh amat. Hanya sekitar 5 kilometer. Namun, Meli –sapaan akrabnya– bertahan di pelatnas.

Pasangan Praveen Jordan itu menjelaskan, salah satu yang membuatnya kangen rumah adalah suasana Idul Fitri yang hanya didapat setahun sekali. Selain bertemu dengan sanak famili, salah satu yang dirindukan Meli adalah santapan setelah salat Id.

Standar sih, yakni ketupat sayur beserta makanan pendamping seperti rendang dan opor ayam. ’’Biasanya disantap bareng-bareng tepat setelah salat. Suasana ramai-ramainya itu lho,’’ ucap pemain ganda campuran nomor satu Indonesia itu.

Juara All England 2020 itu juga sangat doyan menyantap kue kering khas Lebaran. Misalnya, putri salju dan nastar. Untungnya, sang ibu membawakan kue kesukaan tersebut saat berkunjung Minggu lalu. ’’Sayang, jenguknya cuma sebentar. Waktunya terbatas,’’ jelas Meli.

Dari cabor lain, center Satria Muda M. Rizal Falconi berencana merayakan Lebaran di rumah mertuanya di Karawang. Namun, dia mengurungkan niat tersebut karena waswas persebaran virus masih masif.

’’Kalau Lebaran paling biasa saja. Cuma, saya rindu kumpul keluarga, makan ketupat bareng, serta bertemu dengan adik-adik, dan teman-teman buat berbagi cerita. Mereka antusias kalau bertanya soal basket,’’ ungkap Rizal.

Pemain asal Pontianak itu masih menyimpan niat pulang kampung. Namun, jadwal latihan sudah keluar. ’’Jadi, stay dulu di Jakarta,’’ tandasnya.

Comment

News Feed