by

Rasanya Berbeda Sekali Menjalankan Salat Idul Fitri di Pelatnas

KalbarOnline.com-Banyak hal ’’pertama’’ yang terjadi tahun ini. Buat M. Faathir, hal pertama itu adalah salat Idul Fitri di pelatnas. Meski, ini bukan kali pertama lifter belia Indonesia tersebut berlebaran jauh dari keluarga. Tahun lalu dia malah merayakan hari kemenangan di Suva, Fiji. Sebab, Idul Fitri 2019 bertepatan dengan Kejuaraan Dunia Junior.

’’Agak sedih sih sebenarnya karena nggak kumpul bareng keluarga. Tapi, mau gimana lagi. Kondisi gini harus disabarin saja,’’ tutur lifter spesialis kelas 61 kg tersebut.

Menunaikan salat Id di Kwini, markas pelatnas angkat besi, disebutnya lebih berat daripada di Suva. Di Suva, dia sibuk berlatih dan mempersiapkan diri untuk tampil. Jadi, perasaan sedih karena jauh dari keluarga sedikit teralihkan.

’’Kalau sebelumnya Lebaran, tapi kepentok sama pertandingan, saat ini kan tidak,’’ jelasnya.

Berada di pelatnas saat momen Lebaran, bungsu di antara dua bersaudara pasangan Muntaha dan Sukmawati itu tidak banyak mengisi kegiatan. Faathir hanya lebih sering menghabiskan waktunya untuk berlatih dan berlatih.

Manajer angkat besi Alamsyah Wijaya mengakui, untuk kali pertama, pelatnas mengadakan salat Idul Fitri. Tujuannya, melindungi para lifter. Di dalam kompleks pelatnas, mereka lebih aman dan terlindungi dari persebaran virus korona baru. ’’Salat di pelatnas terasa berbeda bagi kami,’’ ujar Alamsyah.

Dalam salat Minggu (24/5), pelatih M. Rusli didapuk sebagai imam. Selama Ramadan, dia juga selalu menjadi pemimpin. Ibadah berjalan normal di samping melakukan latihan seperti biasanya.

Para lifter menjalankan salat Tarawih dan membaca Alquran dengan didampingi Rusli. Meski berada dalam masa karantina, mereka tetap khusyuk beribadah.

Bukan hanya pelatnas angkat besi yang menyelenggarakan salat Id di mes. Pelatnas dayung di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, juga demikian.

Atlet dayung Mahendra Yanto merasa ada yang kurang lantaran jauh dari keluarga. Maklum, dia tidak bisa mudik ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Dia pun harus rela berlebaran bersama teman-teman di pelatnas yang berjumlah delapan orang.

’’Ini kali pertama saya Lebaran di pelatnas. Kemarin pas salat Idul Fitri juga sama. Agak beda karena biasanya dilakukan sama keluarga di masjid. Tapi, sekarang (rasanya) ya biasa saja,’’ ungkap Mahendra. ’’Dinikmati saja momen-momen seperti ini,’’ tandasnya.

Comment

News Feed