by

Mesjid Tutup, Pusat Perbelanjaan Buka, MUI: Itu Bukan Bandingannya

KalbarOnline.com,MAKASSAR– Pro kontra terkait tempat ibadah khususnya mesjid yang ditutup sementara pusat perbelanjaan tetap buka dinilai membuat kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Pasalnya saat ini umat muslim tengah melaksanakan ibadah puasa dan sebentar lagi akan memasuki 1 Syawal 1441 H atau perayaan hari besar umat muslim Hari Raya Idul Fitri.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Prof Ghalib menilai permasalahan tersebut tidak sebanding. Ia menuturkan pusat perbelanjaan tidak dapat disamakan dengan tempat ibadah seperti masjid.

“Itukan bukan bandingannya, kalau mesjid itu bandingkan dengan gereja, wihara, pura jangan dibandingkan dengan pasar dan pusat perbelanjaan,” ucapnya, Sabtu (23/5/2020).

“Karena kalau tempat perbelanjan ditutup mati juga kita dan kalau mesjid hal hal yang bisa kita lakukan dimesjid misal beribadah itu kita bisa laksanakan dirumah dan tidak mengurangi hikmatnya karena kondisi darurat,” lanjutnya.

Meskipun beberapa pusat perbelanjaan sudah mulai beroperasi hingga memicu kerumunan, Prof Ghalib berharap pemerintah mampu mengawasi secara ketat agar toko toko yang buka menerapkan protokol kesehatan begitupun pada pelaksaan shalat Id yang akan tetap digelar masyarakat di masjid.

“Tentu mungkin yang lebih banyak seperti di mall itukan lebih banyak kewenangannya pemerintah kita harap terutama yang memicu kerumunan kayak perbelanjaan bisa diatur supaya tidak terjadi penyebaran dan saya harap masyarakat di rumah saja tapi kalau memang mau pemerintah pasti akan kawal supaya dipastikan semuanya berjalan sesuai protokol kesehatan,” tutupnya. (anti/fajar)

Comment

News Feed