by

Aturan Pakai Masker dan Social Distancing Tak Sukses Bersamaan

KalbarOnline.com, MAKASSAR – Penerapan PSBB di Kota Makassar telah usai. Namun dibalik itu, ditemukan masih ada yang tidak disiplin pada hari terakhir PSBB, Jumat (22/5/2020) kemarin. Aturan menerapkan social distancing seakan belum berhasil ditegakkan.

Seperti yang terpantau di Jalan Nusantara. Masih banyak pengendara yang telah menggunakan masker, namun masih saling berdempetan di atas kendaraan miliknya. Bahkan beberapa dari mereka bukan berasal dari satu rumah.

“Di hari terakhir PSBB kemarin, sudah banyak yang pakai masker. Namun social distancing masih harus kita himbau. Masih banyak juga masyarakat yang keluar rumah tanpa alasan yang mendesak,” jelas Kapolres Pelabuhan, AKBP kadarislam kepada wartawan, Sabtu (23/5/20200).

Saat dilakukan razia kendaraan di jalan tersebut, bahkan ada salah satu mobil angkutan barang yang kedapatan supir dan penumpangnya berada dalam satu kursi dalam mobil. Polisi yang menggelar razia, memperbolehkan pengendara hanya membawa dua orang saja. Yakni satu supir dan satu penumpang.

Tetapi di dalam mobil itu kedapatan mengangkut satu orang supir dan tiga orang penumpang. Otomatis mereka saling berdesak-desakan. Hal itu dianggap penyebaran Covid-19 sangat rawan jika saling bersentuhan, meskipun tetap menggunakan masker.

Sejak aturan PSBB di Kota Makassar telah berakhir pada Jumat, (22/5/2020) kemarin, aparat gabungan akan tetap melakukan imbauan untuk menerapkan aturan menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan yang paling utama adalah menjaga social distancing yang sampai hari ini masih banyak masyarakat yang melanggar.

“Meski PSBB berakhir, bukan berarti kita sudah tak lagi ketat. Setelah ini selesai, kita terus mengimbau untuk terus jaga jarak, bahwa sangat penting untuk social distancing dan pakai masker,” tambah pewira berpangkat dua bunga ini.

Diketahui, PSBB jilid dua di Kota Makassar resmi berakhir. Namun, tak sampai di situ, Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, memiliki satu cara untuk tetap mengusahakan bagaimana rantai Covid-19 terputus.

Dengan cara, menerbitkan Perwali Pasca PSBB yang didalamnya akan mengatur bagaimana protokol kesehatan masyarakat saat tak ada lagi larangan PSBB.

Di mana dalam perwali ini berfokus pada standar protokol kesehatan.

“Seperti dalam giat keagamaan dan rumah ibadah. Standarnya itu kita mewajibkan pengurus masjid memperhatikan protokol kesehatan. Dan memastikan masjid steril. Nah tugas pemerintah melakukan monitoring,” ucap Yusran saat melakukan meeting zoom dengan awak media, di Rujab Wali Kota Makassar. (Ishak/fajar)

Comment

News Feed