by

Waspada Penyakit Misterius Terkait Covid-19, Sindroma Inflamasi Multisistem pada Anak!

Baru-baru ini World Health Organization (WHO) merilis tentang Sindroma Inflamasi Multisistem pada anak atau disebut Multisystem Inflammation Syndrome in Children (MIS-C). WHO sedang menyelidiki sindrom peradangan baru yang menjangkiti ratusan anak-anak belakangan ini, karena diduga ada hubungannya dengan Covid-19.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun telah mengeluarkan peringatan kesehatan untuk penyakit “misterius” baru yang menyerang anak-anak dan remaja di bawah usia 21 tahun. Apa itu Sindroma Inflamasi Multisistem, yuk kenali lebih lanjut!

Baca juga: Jangan Lengah, Jumlah Anak Terinfeksi Coronavirus Meningkat di Indonesia!

Apa itu Sindroma Inflamasi Multisistem pada Anak?

Selama ini, anak-anak belum dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi tertular Covid-19. Data di Cina dan Amerika menunjukkan hanya 2% anak yang terinfeksi Covid-19 dan sebagian besarnya bergejala ringan.

Namun seiring perkembangan waktu, Inggris melaporkan untuk pertama kalinya pada tanggal 26 April 2020 di mana ditemukan Sindroma Inflamasi Multisistem pada anak (MIS-C) yang menyerupai sindrom syok toksik dan penyakit Kawasaki yang langka. Anak-anak yang mengalami gejala ini ternyata positif mengidap Covid-19.

Eropa dan Amerika Utara juga melaporkan ada sekelompok anak-anak dan remaja yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dengan kondisi inflamasi multisistem. Beberapa gejalanya mirip dengan penyakit Kawasaki dan sindrom syok toksik dengan hasil uji laboratorium mengarah pada Covid-19.

Salah satu Rumah Sakit di provinsi Bergamo Italia melaporkan adanya 30 kali kenaikan kasus mirip penyakit Kawasaki dalam satu bulan ini. Dari 10 pasien yang didiagnosis, 8 orang anak dinyatakan positif Covid-19. Lebih dari 18 negara bagian di Amerika Serikat, yakni Ohio, Georgia, Michigan, New Jersey, dan California serta beberapa negara bagian di Eropa juga melaporkan kasus MIS-C.

WHO telah menyerukan pelayanan kesehatan di seluruh dunia untuk berbagi data tentang kasus-kasus potensial yang disebut sindrom inflamasi multisistem ini. Berikut beberapa kriteria yang ditetapkan oleh WHO dan CDC untuk mendiagnosis kasus MIS-C.

Baca juga: Penyakit Kawasaki, Demam dengan Ruam Merah pada Si Kecil

Gejala Sindroma Inflamasi Multisistem pada Anak

Seseorang dicurigai mengalami MIS-C adalah anak-anak/remaja berusia 0-19 tahun dengan gejala demam lebih dari 380C selama lebih dari 3 hari disertai minimal 2 (dua) hal berikut yaitu :

  1. Kemerahan pada kulit (ruam) atau infeksi pada kedua mata (konjungtivitis) atau tanda-tanda peradangan pada mulut, tangan atau kaki
  2. Tekanan darah rendah (hipotensi) atau syok.
  3. Adanya kelainan pada jantung (miokard infark, perikarditis, valvulitis) yang dikonfirmasi dengan pemeriksaan USG jantung dan laboratorium
  4. Gangguan pembekuan darah (koagulopati)
  5. Masalah pencernaan seperti nyeri perut, diare, dan muntah

Gejala tersebut harus disertai dengan konfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), tes serologi atau antigen dan atau ada kontak dengan pasien positif Covid-19 dalam waktu 4 (empat) minggu sebelum timbulnya gejala.

Mengapa MIS-C mendapat perhatian penting oleh WHO juga dunia kedokteran? Walaupun pada anak-anak gejala Covid-19 umumnya ringan, namun menurut para ahli tanda-tanda MIS-C bisa terlihat ketika tubuh kewalahan saat melawan infeksi. MIS-C biasanya muncul 4 – 6 minggu setelah terkena paparan dari Covid-19.

Anak-anak dengan Covid-19 positif yang mengalami MIS-C cenderung mengalami komplikasi lebih parah sehingga diperlukan penanganan segera agar tingkat kesembuhan meningkat.

Masih diperlukan banyak data kasus untuk melengkapi diagnosis pasti Sindroma Inflamasi Multisistem pada anak (MIS-C). Terlepas dari temuan baru ini, imbauan kepada para orang tua tetap sama.

Pada kondisi pandemi ini, penting memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang bagaimana mencegah penularan dengan menerapkan pola hidup bersih-sehat juga physical distancing. Orang tua juga diminta untuk memperhatikan gejala demam berkepanjangan pada anak dan jangan takut untuk segera berkonsultasi ke dokter jika anak tampak sakit berat. Orang tua juga diminta untuk memastikan status imunisasi anak lengkap guna melindungi sang buah hati.

Baca juga: Apakah Si Kecil Harus Pakai Masker Selama Pandemi Coronavirus?

Referensi

1. World Health Organization. 2020. Multisystem inflammatory syndrome in children and adolescents with COVID-19

2. Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) Associated with Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) https://emergency.cdc.gov/han/2020/han00432.asp

3. Russell M.V & Elizabeth Whittaker. 2020. Kawasaki-like disease: emerging complication during the COVID-19 pandemic. Lancet.

4. Lucio Verdoni, et al. 2020. An outbreak of severe Kawasaki-like disease at the Italian epicentre of the SARS-CoV-2 epidemic: an observational cohort study. Lancet.

Comment

News Feed