by

Tekanan Darah Tinggi saat Hamil Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Tekanan darah tinggi saat hamil merupakan kondisi yang cukup berbahaya untuk Mums. Mungkin Mums sudah tahu bahwa tekanan darah tinggi saat hamil bisa menyebabkan pre-eklampsia.

Namun, ternyata penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi saat hamil juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita di kemudian hari. Supaya Mums lebih paham tentang hubungan antara tekanan darah tinggi saat hamil dan penyakit jantung, baca penjelasan lengkap tentang penelitiannya di bawah ini, ya!

Baca juga: Kenali Efek Hipertensi pada Tubuh yang Berbahaya!

Penelitian: Tekanan Darah Tinggi saat Hamil Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal Circulation pada September 2019 menemukan bahwa wanita yang memiliki tekanan darah tinggi saat hamil, termasuk mereka yang menderita pre-eklampsia, memiliki peningkatan risiko terkena penyakit jantung di kemudian hari, termasuk stroke dan gagal jantung.

Penelitian ini dilakukan oleh King’s College London. Ahli dalam penelitian ini mempelajari riwayat kesehatan terhadap sekitar 1,9 juta kehamilan di Inggris mulai dari 1997-2016. Ahli menggunakan analisis statistik untuk mencari tahu hubungan antara tekanan darah tinggi saat hamil, berdasarkan 12 jenis penyakit jantung.

Selama 20 tahun penelitian dilakukan, ditemukan 18.626 kasus penyakit jantung (termasuk serangan jantung, stroke, gagal jantung), yang 65% terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun.

Ditemukan juga bahwa tekanan darah tinggi saat hamil memengaruhi 10% dari kehamilan dalam data tersebut, dan sering kali menyebabkan komplikasi pada wanita, sehingga tak jarang menyebabkan bayi harus dilahirkan secara prematur.

Ahli dalam penelitian membandingkan kemungkinan adanya kondisi yang terjadi pada wanita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil dengan kemungkinan adanya kondisi yang terjadi pada wanita yang memiliki kehamilan normal dan sehat.

Ternyata, ditemukan bahwa wanita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil, termasuk pre-eklampsia, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan penyakit jantung lainnya di kemudian hari.

Dari penelitian ini juga ditemukan 2 kali lipat jumlah wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi saat hamil yang meninggal akibat penyakit jantung ketimbang wanita yang tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil.

Wanita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil juga 4,5 kali lebih cepat terkena hipertensi kronis ketimbang wanita yang tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil.

Peningkatan risiko pada wanita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil juga lebih cepat dideteksi, bahkan 1 tahun setelah kehamilan ketimbang pada wanita yang tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil.

Baca juga: 7 Herbal yang Mungkin Memiliki Efek Menurunkan Darah Tinggi

Lakukan Skrining Penyakit Jantung jika Punya Riwayat Tekanan Darah Tinggi saat Hamil

Saat ini, deteksi dini penyakit jantung dianjurkan pada orang-orang berusia di atas 40 tahun. Namun dengan adanya penelitian ini, ahli berpendapat bahwa usia rekomendasi untuk skrining penyakit jantung perlu diturunkan, khususnya pada wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi saat hamil.

Menurut ahli, wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi saat hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah pada jantung dan pembuluh darah ketimbang wanita yang menjalani kehamilan normal.

Jadi, kondisi tekanan darah tinggi saat hamil sangat menandakan seorang wanita harus mulai melakukan skrining penyakit jantung, untuk mencegah dan mendeteksi penyakit jantung dini. Pasalnya, berdasarkan penelitian ini, sangat banyak wanita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil terdiagnosis penyakit jantung, meskipun berusia di bawah 40 tahun. (AS)

Baca juga: Hipertensi dalam Kehamilan

Sumber

King’s College London. Hypertension during pregnancy can increase later risk of heart disease. September 2019.

Comment

News Feed