by

Harley-Davidson Mulai Buka Fasilitas Produksinya

KalbarOnline.com – Sebelum wabah Covid-19 menyerang, prospek penjualan umum Harley-Davidson di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, sudah sangat buruk. Mewabahnya Covid-19 pun semakin membuat mereka merana, bahkan memaksa pabrik melakukan penghentian sementara fasilitas produksi.

Berupaya bangkit dari keterpurukan, pada tanggal 20 Mei lalu perusahaan berencana untuk membuka kembali pabriknya di Wisconsin dan Pennsylvania. Pabrik tersebut telah ditutup sementara pada bulan Maret lalu ketika Coronavirus menyapu dunia.

Jumlah produksi yang direncanakan untuk pembukaan kembali ini jauh lebih rendah dari pada yang direncanakan sebelum penutupan. Hanya model dan line-up warna terlaris yang akan diproduksi untuk sisa tahun ini.

Reuters menghubungi Harley-Davidson untuk memberikan komentar, tetapi belum menerima tanggapan. Belum ada nomor atau model tertentu yang terdaftar, dan perusahaan tidak mencantumkan penjualan berdasarkan model dalam dokumen yang tersedia untuk umum.

Dikutip pada Jumat (22/5), gangguan yang membebani keuangan Harley-Davidson adalah potret penjualan tahun ke tahun yang dipecah menjadi tiga segmen, yakni Touring, Cruiser, dan Sportster atau Street yang turun. Pada tanggal 29 Maret 2020, perusahaan menjual 21.597 sepeda dalam kategori Touring. Itu turun dari 25.043 dalam kategori yang sama untuk Q1 tahun 2019.

Cruiser mengikuti di belakang, di angka 20.131 dijual untuk Q1 2020, turun hanya sedikit dari 20.451 untuk Q1 2019. Sementara itu, segmen Sportster atau Street hanya bergerak 11.245 unit untuk Q1 2020, turun dari 13.397 untuk Q1 tahun 2019.

Comment

News Feed