by

4 dari 5 Sektor Berisi Pelatih Indonesia, Legenda Malaysia Meradang

KalbarOnline.com – Empat dari lima pelatih kepala di tubuh Tim Nasional Malaysia berasal dari Indonesia.

Mereka adalah Hendrawan (pelatih kepala tunggal putra), Indra Widjaja (tunggal putri), Paulus Firman (ganda campuran), dan yang baru bergabung Flandy Limpele (ganda putra).

Satu-satunya sektor yang dikepalai oleh pelatih asal Malaysia adalah ganda putri. Sektor itu diisi oleh Chan Chong Min.

Federasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) memang baru saja merombak susunan pelatih bulu tangkis mereka.

Beberapa nama pelatih bulu tangkis asal Indonesia akhirnya menjadi perhatian publik Malaysia. Salah satu yang terang-terangan mengkritik adalah legenda bulu tangkis Malaysia Razif Sidek. “Ini tim Indonesia atau apa,” kata Razif Sidek dikutip dari surat kabar Malaysia The Star.

Dalam kepengurusan BAM yang baru ini, ada beberapa pergeseran pelatih. Indra yang sebelumnya jadi asisten Hendrawan di tunggal putra, kini jadi kepala pelatih tunggal putri.

Paulus Firman yang sudah cukup klop dengan ganda putra dipilih menggantikan Chin Ee Hui sebagai kepala pelatih ganda campuran.

Tidak sedikit yang menyayangkan keputusan BAM mencopot Chin Ee Hui dari kepala pelatih kini menjadi asisten pelatih ganda putri di bawah Chan Chong Min.

“Saya tidak melihat ini sebagai susunan pelatih yang kuat. Indra yang sulit melahirkan pemain tunggal putra malah dijadikan kepala pelatih?” ungkap Razif.

“Paulus ke ganda campuran? Dan Hendrawan? Dia sudah bertahun-tahun di sini,” ucapnya.

Menurut Razif, BAM merotasi beberapa pelatih hanya karena beberapa di antara mereka ada yang masih terikat kontrak. Dan itu, katanya, tampak seperti langkah putus asa.

“Saya benar-benar bertanya-tanya ke manakah semua ini mengarah. Bisakah Malaysia mengandalkan pelatih ini untuk memenangi Piala Thomas? Kita tunggu dan lihat saja,” ujarnya.

Peraih perunggu Olimpiade Barcelona 1992 itu mengungkapkan bahwa fenomena tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Razif tidak merasa bahwa BAM pernah membuat keputusan seperti itu. Razif menilai keputusan BAM memboyong empat pelatih asal Indonesia cukup gegabah.

Sebenarnya, kata Razif, masih banyak pelatih lokal yang punya kompetensi menduduki jabatan kepala pelatih bulu tangkis.

“Apakah betul sama sekali tidak ada pelatih lokal di sini yang bisa jadi kepala pelatih? Malaysia termasuk negara bulu tangkis yang cukup top, tidak seharusnya terlalu bergantung pada pelatih dari negeri tetangga,” ucapnya.

Comment

News Feed