by

Petenis Top Dunia Sumbang Miliaran, Medioker Kesulitan Hidup

KalbarOnline.com-Pandemi Covid-19 yang menyerang sebagian besar negara di dunia memaksa semua kompetisi internasional dihentikan. Minimal sampai 7 Juni mendatang. Bagi para petenis papan atas, hal tersebut bukanlah masalah besar. Sebaliknya, untuk para petenis papan bawah, situasi itu menimbulkan bencana finansial.

Berbagai kegiatan dilakukan para petenis top dalam mengisi kekosongan kompetisi. Tidak sedikit yang menggelar aksi sosial untuk membantu menanggulangi Covid-19. Salah satunya petenis Spanyol yang juga ranking kedua dunia saat ini, Rafael Nadal. Bersama bintang NBA kompatriotnya, Pau Gasol, Nadal membuat gerakan sosial bertajuk #NuestraMejorVictoria (Kemenangan Terbaik Kami).

Gerakan tersebut mengajak para bintang olahraga untuk berbagi kepada para pasien maupun tenaga medis yang sedang berjuang melawan Covid-19. Bantuan nanti disalurkan ke rumah sakit maupun lembaga sosial di Spanyol.

Nadal dan Gasol menargetkan EUR 11 juta (Rp 193 miliar) dalam gerakan tersebut. ’’Inilah saatnya memberikan yang terbaik kepada komunitas masyarakat yang selama ini setia mendukung kami,’’ ucap Nadal seperti dilansir International Business Times.

Bintang tenis papan atas yang sudah menyumbang adalah Novak Djokovic. Jumlah donasinya EUR 1 juta (Rp 17 miliar). Jumlah yang nyaris sama dikeluarkan mantan petenis ranking satu dunia Roger Federer bersama sang istri, Mirka. Yakni, CHF 1 juta (Rp 16,6 miliar) untuk membantu orang-orang yang terdampak korona baru tersebut.

Sayang, kegiatan sosial itu terasa kontras saat para pencinta tenis menengok laman change.org. Sebuah petisi yang diinisiasi petenis asal Georgia ranking ke-371 dunia, Sofia Shapatava, membuat yang membacanya mengurut dada.

Petisi itu berisi permintaan dukungan kepada masyarakat agar para petenis profesional yang masih berada di ranking bawah mendapat bantuan dana dari federasi-federasi tenis dunia.

Dalam petisi itu, Shapatava menjelaskan bahwa saat ini banyak rekannya sesama petenis papan bawah yang mulai kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Hal itu terjadi karena sebagian di antara mereka selama ini mengandalkan uang dari kemenangan per pertandingan di berbagai kompetisi.

’’Aku pribadi masih bisa memastikan ada makanan di atas meja. Tapi, banyak temanku yang mulai bingung mencari uang untuk bertahan hidup satu sampai dua minggu ke depan,’’ tulisnya seperti dilansir The Guardian. ’’Memang aneh mendengar pemain tenis kesulitan hanya untuk makan. Tapi, itulah kenyataannya,’’ tambah Shapatava.

Bukan hanya kompetisi yang dipuasakan. Sumber-sumber pendapatan lain dari petenis papan bawah juga ikut paceklik. Misalnya, sekolah-sekolah tenis yang mereka kelola atau menjadi instruktur di sana. ’’Semua tutup karena anjuran tetap tinggal di rumah,’’ kata Mahesh Bhupathi, petenis profesional asal India. Menurut dia, hanya 10 persen dari petenis pro yang bakal bertahan dalam kondisi saat ini.

Pihak ITF dalam rilis resmi berjanji merapatkan masalah tersebut secepatnya lantaran dianggap sebagai bahan kajian yang mendesak. Sementara itu, Chairman ATP Andrea Guadenzi juga berjanji memberikan bantuan maksimal.

Tapi, mereka mengaku masih butuh waktu untuk melihat kondisi terkini. Itu terkait dengan lamanya penundaan dan penjadwalan baru kompetisi.

Yang Menyumbang dan Yang Kesulitan:

Simona Halep (Rumania)

Peringkat Dunia : 2 tunggal putri

Donasi : Membantu menyediakan perlengkapan medis di Rumania

Sania Mirza (India)

Peringkat Dunia : 226 ganda putri

Donasi : Rs 12,5 juta (Rp 2,6 miliar) untuk membantu keluarga membutuhkan di India

Qiang Wang (Tiongkok)

Peringkat Dunia : 29 tunggal putri

Donasi : CNY 94 ribu (Rp 215 juta) untuk membantu rumah sakit di Wuhan

Sumit Nagal (India)

Peringkat : 127 tunggal putra

Masalah : Tidak mendapatkan pemasukan tambahan seiring klub yang dikelolanya menghentikan pelatihan

Tara Moore (Inggris)

Peringkat : 447 tunggal putri

Masalah : Menyebut banyak pemain yang kesulitan bertahan hidup karena tidak ada pemasukan

Comment

News Feed