by

Ngotot Nikah, Pengantin Baru Malam Pertama di Sel, Seluruh Tamu Juga Ditangkap

KalbarOnline.com, RICHARDS BAY—Sepasang
pengantin baru harus menghabiskan malam pertama mereka sebagai suami istri di sel
polisi. Itu setelah mereka ngotot melanjutkan pernikahan meskipun ada lockdown
akibat virus corona.

Tak hanya pengantin, ke-50 tamu
dan pastor juga ditangkap. Polisi mendatangi tempat pesta pernikahan setelah
mendapat informasi bahwa ada pernikahan yang dilakukan di KwaZulu-Natal, Afrika
Selatan di tengah adanya larangan berkumpul.

Pengantin pria terlihat di
video membantu istri barunya ke mobil polisi dengan masih mengenakan gaun
pengantinnya. Pasangan itu, yang belum disebutkan namanya beserta para tamu
mereka akan muncul di pengadilan pada hari Senin.

Afrika Selatan memiliki jumlah
kasus koronavirus terkonfirmasi tertinggi di Afrika, yaitu 1.845 dengan 18
kematian. Akan tetapi angka itu diperkirakan akan meningkat ketika pemerintah
memulai melakukan pengujian massal.

Menurut aturan di negara itu,
orang hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk hal penting seperti membeli
makanan atau mencari bantuan medis. Sejauh ini, polisi sudah menangkap lebih
dari 17.000 orang selama beberapa hari pertama lockdown. Sebagian besar karena
melanggar aturan.

Presiden Afrika Selatan, Cyril
Ramaphosa memberi “cuti khusus” selama dua bulan kepada Menteri Komunikasi pada
hari Rabu karena melanggar aturan lockdown. Ia ketahuan makan siang dengan
mantan pejabat.

Ramaphosa mengambil tindakan
setelah foto Stella Ndabeni-Abrahams muncul di media sosial dimana ia terlihat makan
siang. Foto itu membuat marah warga Afrika Selatan yang terkurung di rumah
mereka selama 21 hari lockdown yang dimulai pada 27 Maret.

“Presiden sangat percaya bahwa tidak ada
seorang pun, termasuk menteri, yang berada di atas hukum Dia mengatakan tidak
ada dari kita yang harus merusak upaya nasional kita untuk menyelamatkan hidup
dalam situasi yang sangat serius ini,” kata juru bicara Ramaphosa Khusela
Diko dikutip dari Metro.

Dalam sebuah video yang
diposting di Twitter, Ndabeni-Abrahams meminta maaf. “Saya ingin
menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas karena melanggar aturan lockdown
untuk mengekang penyebaran COVID-19. Saya sangat menyesal,” ujarnya. (amr)

Comment

News Feed