by

Dituduh Panen Sawit di Kebun Milik PT ASL, Saleh Kembali Ditahan

KalbarOnline, Ketapang – Warga Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Saleh kembali berurusan dengan hukum. Ia dilaporkan oleh pihak PT Ayu Sawit Lestari (PT ASL) ke Polres Ketapang dengan tuduhan telah melakukan panen buah kelapa sawit di lahan milik perusahaan.

Sebelumnya, Saleh juga pernah dilaporkan pihak perusahaan hingga peekaranya disidangkan ke pengadilan negeri Ketapang pada tahun 2019 lalu. Namun, hakim memvonis Saleh bebas tanpa syarat karena dinilai tidak terbukti melakukan pencurian buah kelapa sawit di dalam kawasan lahan milik perusahaan.

Kuasa Hukum Saleh, Tengku Amirul Mukminin mengatakan, kalau kliennya kembali dilaporkan perusahaan, padahal menurut putusan Pengadilan Negeri Ketapang dan surat Pj Bupati Ketapang, Kartius pada tanggal 30 November 2015 menyatakan bahwa status lahan di luar izin seluas 144,28 hektar yang berada di Desa Pantai Ketikal dijadikan kebun plasma mandiri.

“Dituduh memanen sawet tanpa izin di PT ASL, karena menurut versi laporan bahwa yang memerintahkan untuk manen itu saudara Saleh. Sawit yang dipanen ini terletak di i2, lokasi 144 hektar berdasarkan putusan Pejabat Bupati (Pj) Kartius itu diserahkan ke masyarakat untuk plasma mandiri,” katanya, Senin (6/4/2020).

Dikatakannya, kenapa kliennya harus dilaporkan dengan tuduhan memanen dikawasan milik perusahaan, padahal di surat keputusan PJ Bupati Ketapang, Kartius dan hasil putusan pengadilan sudah jelas bahwa kawasan 144,28 hektar tersebut menjadi plasma mandiri, namun pihak perusahaan kembali melaporkan di lahan yang sama.

“Di pengadilan juga memutuskan, di untuk lokasi 144 hektar, saudara Saleh dibebaskan tidak bersalah dan ini di lokasi yang sama juga,” ungkapnya.

Ia menyebut, pihaknya menghormati proses hukum yang saat ini dijalani kliennya. Ia pun dalam waktu dekat akan meminta kepada pihak Polres Ketapang untuk meminta pengalihan penahanan, karena memang sebelumnya Saleh pada tahun 2019 lalu sempat ditahan 3 bulan pejara sambil menunggu proses putusan pengadilan dan akhirnya dinyatakan bebas tidak bersalah.

“Kita sesuai prosedur saja, sesuai tudahan mereka, kita lihat saja nanti pengadilan yang memutuskan. Setelahnya ada penahanan ini dalam waktu dekat kita ada upaya permohonan pengalihan penahanan,” ungkapnya.

Sebelumnya, diakui Tengku, kliennya sudah melaporkan pihak perusahaan kepada pihak berwajib terkait aktivitas perkebunan di luar izin, namun hingga saat ini belum ada kejelasan proses hukum kepada pihak perusahaan, bahkan kliennya kembali dilaporkan lagi oleh perusahaan dan dengan waktu yang singkat langsung ditahan.

“Masalah ini kita juga ada bikin laporan, lahan di luar izin, kita ada 2 laporan yang disampaikan Pak Saleh, kita mau minta laporan ini juga ditindaklanjuti, jangan hanya sepihak saja,” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto saat dikonfirmasi awak media, belum dapat memberikan keterangan lebih detail dengan alasan proses pemeriksaan belum selesai.

“Nanti saya ekspose setelah selesai pemeriksaan semua ya,” terang AKP Eko Mardianto menjawab pesan awak media melalui pesan singkat lewat WhatsApp. (Adi LC)

Comment

News Feed