by

Cegah Penyebaran Covid 19, Disdag Hanya Bolehkan Usaha Kuliner Layani Take away

KalbarOnline.com, MAKASSAR- Melihat kondisi saat ini, penyebaran virus corona di Sulsel terus meningkat. Di mana Kota Makassar sebagai penyumbang tertinggi pasien corona.

Hal tersebut membuat Dinas Perdagangan Kota Makassar mengeluarkan imbauan kepada pelaku usaha kuliner agar melakukan transaksi dalam jaringan (daring) atau take away saja.

Surat imbauan tersebut tertuang dalam Surat Nomor : 800/0605/Disdag/IV/2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Khusus untuk Pelaku Usaha terhadap Resiko Penularan Covid – 19 (Virus Corona) tertanggal 7 April 2020.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar A M Yasir mengimbau kepada pelaku usaha kuliner agar tidak lagi melayani makan dan minum di tempat. Pemesanan hanya untuk dibawa pulang (take away), dan pesan antar

Hal yang melatarbelakangi kebijakan tersebut, adalah jumlah pasien positif tertinggi Sulsel berada di Kota Makassar.

Yasir mengatakan, bila ada pelaku usaha yang tidak mematuhi himbauan ini maka sanksi berjenjang akan diberlakukan. Saksi paling tinggi bisa sampai pencabutan izin usaha.

“Kami akan himbau terus sampai tiga kali. Apabila tidak mematuhi akan dikenakan sanksi, mulai dari teguran sampai pencabutan izin,” tegasnya.

Ia menambahkan, Dinas Perdagangan Kota Makassar akan berkordinasi dengan Satpol PP Kota Makassar untuk mengawal pemberlakuan surat himbauan ini di tengah pandemi Covid – 19 yang melanda Makassar.

“Semua kita upayakan agar pandemi ini segera berlalu sehingga situasi dan kondisi kota Makassar bisa berangsur – angsur normal seperti sedia kala,” harapnya.

Dalam surat edaran itu juga disebutkan agar pelaku usaha kuliner menerapkan protokol Covid – 19 dalam melayani pelanggan seperti menyiapkan hand sanitizer, thermo meter gun, physical distancing, serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. (ikbal/fajar)

Comment

News Feed