by

Dua Pelatih Malaysia Diharapkan Mencatat Sejarah Bagi Badminton Jepang

KalbarOnline.com – Asosiasi Bulu Tangkis Jepang (NBA) meminta kepada pelatih ganda campuran Jepang Jeremy Gan dan Tan Kim Her untuk tetap bertahan lebih lama di tim bulu tangkis Jepang.

Dua pelatih asal Malaysia itu merupakan dua dari enam anggota tim pelatih Jepang yang dipimpin Park Joo-bong. NBA merasa senang dengan kinerja dua pelatih itu meskipun kontrak mereka berakhir pada Maret 2021. Tiga pelatih yang habis kontraknya tahun depan adalah Kei Nakashima (ganda putri), Choi Sang-beom (tunggal putri), dan Youseku Nakanishi (tunggal putra).

Pejabat senior NBA Kanji Ziniya berharap para pelatih tersebut untuk tetap bertahan dan melatih Kento Momota dkk setidaknya hingga Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada Juli sampai Agustus 2021.

“Saya ingin setiap orang untuk melanjutkan. Kurasa Park Joo-bong berniat untuk melakukannya, dan begitu juga sisa staf pelatih,” kata Ziniya kepada media Jepang, Nikkan Sports seperti dilansir The Star.

Jeremy bergabung dengan tim Jepang pada Januari 2018. Lalu di tahun yang sama pada April, Kim Her mengikuti. Sebelumnya Kim Her melatih timnas bulu tangkis India selama 3,5 tahun.

Dua tahun lalu, Jeremy membawa pasangan ganda campuran Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino menjadi juara All England 2018. Sementara itu, Kim Her membawa ganda putra Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe juara All England 2020.

Itu merupakan sejarah bagi Jepang. Untuk kali pertama ganda campuran dan ganda putra Jepang menjadi kampiun turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.

Jeremy dan Kim Her akan ditugaskan untuk memimpin para pemain Jepang meraih medali Olimpiade. Sebab, tidak pernah ada ganda putra Jepang yang bisa meraih medali. Sementata untuk ganda campuran terakhir mendapat medali pada Olimpiade Barcelona 1992.

Menurut Ziniya, dia yakin para pemain bulu tangkin Jepang bisa membuat sejarah di Olimpiade Tokyo di bawah pelatih kepala asal Korea Selatan Park Joo-bong. Joo-bong yang pernah mendapat medali emas di Olimpiade Barcelona itu sangat berjasa untuk bulu tangkis Jepang.

“Sejak kegagalan besar di Olimpiade Athena 2004, Park langsung berbenah hingga akhirnya menghasilkan atlet-atlet berkualitas,” ujarnya.

Pada 2016 ganda putri Misako Matsutomo/Ayaka Takahashi membuat sejarah bagi Jepang dengan mendapat medali emas Olimpiade Rio 2016.

Di bawah kepemimpinan Park Joo-bong, Jepang juga menghasilkan dua juara dunia pertama dalam tunggal putra dan putri. Yakni tungal putri Nozomi Okuhara dan Kento Momota.

Comment

News Feed