by

Batal Lawan Tony Ferguson, Khabib: Saya Tetap Nomor Satu di UFC

KalbarOnline.com – Setelah Khabib Nurmagomedov menarik diri dari UFC 249, beredar kabar kalau Justin Gaethje berpotensi melawan Tony Ferguson pada 18 April.

Namun bagi Khabib, jika pertarungan itu terjadi, dia yakin kualitas pemenangnya masih berada di bawahnya. Sebab, petarung asal Dagestan, Rusia tersebut sudah membuktikan bahwa dialah juara dunia terbaik di kelas ringan UFC.

Rekornya mentereng. Yakni 28 menang dalam 28 pertandingan alias 28-0!

”Selama saya masih di UFC, Tony selalu akan menjadi juara sementara, Conor McGregor akan menjadi nomor dua. Sementara saya di sini (UFC), saya tetap manjadi nomor satu. Mereka masih di bawah tingkat saya, dan semua orang tahu siapa yang terbaik,” tegas Khabib seperti dilansir MMA Fighting.

Khabib sejatinya ingin berlaga. Namun, dia terjebak dalam situasi yang mustahil. Dia terkurung di negaranya, Rusia.

Namun, petarung 31 tahun itu masih berlatih keras dan mempersiapkan diri. ”Sekarang jika mereka (UFC, Red) memberi tahu lokasinya di mana, dan jika saya bisa keluar dari Rusia, saya akan berjuang. Seratus persen saya akan bertarung. Asal mereka memberi tahu lokasinya,” kata Khabib.

”Sekali lagi saya akan tetap bertarung, tapi jangan bilang saya harus berjuang tapi lokasinya tidak pasti. Terbang ke Amerika untuk apa? Lokasinya saja belum tahu. Untuk sekarang saya tidak bisa pergi ke Amerika,” ujarnya.

Sebelumnya, juara kelas ringan UFC itu telah berlatih selama beberapa bulan untuk pertarungan melawan Tony Ferguson. Tapi, karena pandemi Covid-19, jadwal dan lokasi pertarungan itu menjadi tak jelas. Awalnya lokasi pertarungan berada di Barclays Center, Brooklyn, AS. Namun, wilayah tersebut sudah menutup diri.

Bahkan, Presiden UFC Dana White telah menjanjikan lokasi baru dan tempatnya aman untuk bertarung. Tapi dengan waktu yang tersisnya dua minggu, Khabib melihat sulit sekali merealisasikan pertarungan itu sesuai dengan jadwal.

“Mereka tidak memiliki lokasi. Kenapa saya harus terbang ke Amerika? Mengapa saya tidak terbang saja ke Jepang atau Asia atau Afrika. Mungkin mereka bisa berhasil di Eropa. Mungkin mereka bisa membuatnya di Timur Tengah. Saya tidak tahu di mana saya akan bertarung. Ini bukan kesalahan saya. Virus korona datang kepada kami. Saya tidak membawa virus korona,” ujarnya.

Comment

News Feed