by

Pelatih Ganda Campuran Nilai Situasi Pandemi Bisa Bentuk Mental Juara

KalbarOnline.com – Tidak ada turnamen bulu tangkis, setidaknya dalam dua bulan ke depan. Aktivitas latihan di pelatnas juga sangat terbatas. Sebagian pemain, terutama yang sudah berkeluarga, memilih mengisolasi diri di rumah masing-masing.

Namun, pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky tidak menganggap situasi itu 100 persen merugikan. Malah, menurut dia, pandemi yang melumpuhkan semua sektor kehidupan di seluruh dunia itu menuntut pemain dan pelatih untuk lebih kreatif. Mereka harus bisa mengubah situasi tersebut jadi sesuatu hal yang menguntungkan.

Richard mengaku belum pernah mengalami kejadian luar biasa seperti ini. Yakni wabah global yang sampai membuat event sebesar Olimpiade ditunda. ’’Dulu pernah mengalami kejadian Mei 1998 (reformasi, Red). Tapi, turnamen jalan terus di Hongkong (Piala Thomas, Red). Itu parah di Indonesia saja. Tetapi, tidak ada penundaan pertandingan,’’ kenang Richard.

Dengan kondisi seperti ini, Richard merasa mendapat tantangan. Apalagi, dia berambisi meloloskan dua pasangan ke Olimpiade Tokyo 2020. Tak hanya lolos, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja harus bisa tampil cemerlang. Dia juga ingin mereka bisa menaikkan ranking.

’’Ini kan suasana dan situasi baru. Kami harus lebih kreatif dan inovatif mencari cara untuk menyiasati semua ini,’’ tutur Richard. ’’Tentunya juga harus bisa melewati semua ini dengan hasil yang maksimal pula,’’ imbuh pelatih kelahiran 23 Januari 1965 itu.

Pada Selasa lalu (31/3), peringkat BWF resmi dibekukan. Ranking dihitung hingga pekan ke-12 2020, setelah All England. Itu berarti, Praveen /Melati yang menjuarai All England 2020 nyaman di peringkat keempat dunia. Sedangkan Hafiz/Gloria yang mencapai perempat final berada di peringkat kedelapan. Mereka diharapkan bisa masuk posisi tujuh besar.

’’Dibekukan sampai ada pertandingan lagi. Tidak masalah, kan berlaku untuk semua atlet. Justru ini bagus. Start-nya dari peringkat terakhir,’’ kata Richard.

Tanpa ada pertandingan, Richard harus pintar-pintar membuat program latihan. Itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik dan mental anak asuhnya agar tidak merosot jauh. Apalagi, PP PBSI telah memperpanjang masa libur pelatnas hingga 2 Juni mendatang. Mengikuti masa darurat dari pemerintah.

Sepanjang waktu libur itu, banyak pemain tetap berada di asrama. Termasuk anak-anak buah Richard dari ganda campuran. Sebut saja Gloria, Pitha Haningtyas Mentari, dan Marsheilla Gischa Islami. Namun, kakak Rionny Mainaky itu belum memberikan program khusus. Mereka masih beraktivitas sendiri-sendiri. Meski begitu, atlet lebih mandiri. Sebab, PBSI tidak memperbolehkan orang luar masuk.

’’Binpres bikin aturan bahwa mereka (para pemain, Red) harus piket gantian. Karena cleaning service juga tidak boleh masuk. Mereka cuci baju sendiri. Itu bagus, jadi lebih bersih dan peduli sesama,’’ papar Richard.

Dengan aktivitas sehari-hari seperti itu, Richard merasa ada hal positif dalam masa darurat ini. Para pemain belajar tidak melulu soal teknik permainan. Mereka juga bisa memupuk rasa tanggung jawab untuk membentuk mental sebagai juara.

’’Mereka jadi ada kerja sama dan tanggung jawab. Kemandirian juga bertambah. Itu positif sekali,’’ tutur Richard. ’’Siapa tahu dengan keadaan seperti ini mereka lebih dewasa. Sehingga, dari pelatih jadi lebih mudah membentuk mereka kemudian hari,’’ imbuh pria asal Ternate tersebut.

Comment

News Feed