by

Kebijakan Subsidi untuk Tim Independen MotoGP Capai Rp 79,6 Miliar

KalbarOnline.com – Dorna sebagai penyelenggara MotoGP mengambil langkah populer di tengah situasi sulit yang dihadapi tim-tim peserta lantaran musim balapan 2020 tak kunjung dimulai.

Organisasi yang dikomando Carmelo Ezpeleta itu berkomitmen memberikan subsidi kepada tim-tim independen MotoGP untuk menutup biaya operasional mereka selama tiga bulan ke depan. Dengan dukungan tersebut, tim-tim yang tidak didukung langsung oleh pabrikan itu bisa langsung siap membalap ketika balapan MotoGP dimulai sewaktu-waktu. Subsidi yang sama telah dikucurkan kepada seluruh tim Moto2 dan Moto3.

Dalam laporan yang diturunkan GP One, Dorna telah mengalokasikan EUR 4,5 juta (Rp 79,6 miliar) untuk membantu tim independen. Dana tersebut akan disalurkan dalam tiga bulan. Yakni, April, Mei, dan Juni 2020. Dana itu dicairkan setiap bulan melalui IRTA (asosiasi tim peserta), tanpa menunggu musim balapan dimulai atau belum.

Setiap tim mendapatkan EUR 250 ribu (Rp 4,4 miliar) per bulan. Sementara itu, tim Moto2 dan Moto3 dikabarkan telah menerima EUR 25 ribu (Rp 442 juta) untuk setiap pembalap. Jumlah tersebut dikabarkan akan ditambah dalam waktu dekat.

Bantuan itu seperti pinjaman lunak. Jika musim balapan akhirnya dimulai, tim-tim tersebut harus mengembalikan dana subsidi itu dengan mengangsur. Namun, jika musim balap 2020 gagal terlaksana, mereka tak perlu mengembalikannya. Suntikan dana bisa diperpanjang jika penundaan balapan berlanjut.

Selama ini, tim privater alias independen hanya mengandalkan biaya sponsor dari setiap balapan serta hadiah uang tunai dari perolehan poin. Di kelas premium MotoGP, ada enam tim independen. Yakni, LCR-Honda, Petronas-Yamaha, Pramac-Ducati, Avintia-Ducati, Tech 3-KTM, dan Gressini-Aprilia.

’’(Bantuan) ini bisa menjamin kondisi keuangan tim independen dan staf mereka agar tetap aman. Sekaligus memberi kepastian terhadap keberlangsungan pemasukan mereka di masa depan.’’ Demikian pernyataan resmi Dorna.

Comment

News Feed