by

App Store dan Play Store Panen Besar di Q1 2020. Berkah Wabah Corona

Pandemi Corona jelas-jelas membawa dampak buruk bagi banyak sektor usaha. Tetapi bagi dua raksasa teknologi, Apple dan Google, wabah dunia itu malah mendatangkan rejeki tak terduga. Menurut laporan platform analisa App Annie, pendapatan (gabungan) Apple Appstore dan Google Play Store pada kuartal pertama 2020 ini menembus angka US$23.4 miliar (sekitar Rp3.4 triliun).

Kalau dipisah, pendapatan Appstore dari orang-orang yangmembelanjakan duitnya di aplikasi dari Apple Appstore ini mencapai US$15 miliar (Rp2.45 triliun). Sementara Google Play Store mencatat US$8.3 miliar (Rp1.36 triliun). Pendapatan yang diraih dua perusahaan itu mencatat peningkatan sebesar 5% dibanding kuartal pertama tahun lalu.

Sebagai tambahan, rerata waktu yang dihabiskan orang (secara global) pada aplikasi dan game di kuartal satu tahun ini, mencatat peningkatan sebesar 20% dibanding periode sama tahun lalu. Untuk aplikasi non-game, terjadi peningkatan waktu pemakaian 35% untuk Appstore, dan 15% pada Playstore. Total duit yang dihabiskan pengguna untuk game pada kedua toko aplikasi itu mencapai US$16.7 miliar.

Pengguna di Amerika dan Cina memberi kontribusi paling besar dalam pembelanjaan di Appstore –lucu ya, mengingat Cina notabene pusat produsen Android dunia. Sementara warganet di Amerika, Jepang dan Korea Selatan menjadi penyumbang terbesar untuk Playstore. Pengguna android mengeluarkan uang terutama untuk gaming, apliaksi sosial dan hiburan. Sementara pengguna iOS, banyak membelanjakan uang untuk games, hiburan serta aplikasi foto dan video. Yang mengejutkan, aplikasi TikTok ternyata berada di lima besar aplikasi penyumbang duit buat iOS, di bawah Tinder, YouTube dan Netflix.

Dari sisi pengunduhan aplikasi di kuartal pertama tahun ini, terjadi total 31 miliar download, atau meningkat sebanyak 15% dibanding kuartal ke empat tahun 2019 lalu. App Annie memberi catatan, peningkatan itu tidak seperti biasanya. Umumnya, peningkatan angka download aplikasi terjadi pada kuartal keempat, di mana banyak terjadi pembelian smartphone baru, seiring dengan produsen yang menggenjot produksi hape di akhir tahun.

Peningkatan angka download aplikasi di Playstore tercatat 5%, atau sebanyak 22.5 miliar download. Sementara Appstore, meningkat 15% atau sebanyak 9 miliar download. Dari jumlah aplikasi yang diunduh itu, aplikasi non-game menyumbang 55% dari total download aplikasi di Playstore. Sementara di Appstore, aplikasi non-game menyumbang 65% dari total download. Pengguna di Brazil dan India tercatat yang paling banyak mengunduh aplikasi dari Playstore.

Angka-angka yang dibeberkan App Annie, jelas menunjukkan kebijakan WFH (di seluruh dunia) mendorong pengguna mencari aktivitas pengganti, dengan makin banyak menggunakan aplikasi. Entah itu menghabiskan waktu dengan gaming, atau mengunduh aplikasi penunjang kerja, belanja online, atau aplikasi kesehatan.

Dengan pendapatan Appstore yang lebih tinggi dari Playstore mencerminkan, pengguna Android lebih suka yang gratisan atau berbiaya murah, ketimbang pengguna Apple yang profilenya lebih ke menengah atas –dengan demikian isu uang tak begitu jadi masalah.

The post App Store dan Play Store Panen Besar di Q1 2020. Berkah Wabah Corona appeared first on KalbarOnline.com.

Comment

News Feed