by

Antisipasi Penularan Covid-19, Jari Pendatang di Kalbar Dicelup Tinta

KalbarOnline, Pontianak – Dinas Perhubungan Kalimantan Barat menerapkan pemberian tanda tinta pemilu kepada masyarakat yang baru datang/kembali ke Kalbar. Mereka diwajibkan mencelupkan jari ke tinta yang disediakan petugas, sebagai penanda bahwa mereka masuk dalam daftar ODP, karena baru datang dari daerah rawan Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto menjelaskan, pemberian tanda diberikan kepada mereka yang baru datang baik dari jalur udara, darat, dan laut. Ketentuan tersebut dilakukan atas instruksi Gubernur Kalbar Sutarmidji, guna mengantisipasi masuknya Covid-19.

“Mereka yang baru datang ditetapkan dengan status ODP. Status ODP ini berdasar SOP Kemenkes dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori mereka yang tanpa gejala dan orang dengan menunjukkan gejala. Mereka semua diberikan tanda tinta dan jika mereka menghapus tintanya, akan dikenakan sanksi,” ujar Manto, Jumat (3/4/2020).

Kemudian, mereka yang baru datang diwajibkan untuk karantina mandiri selama 14 hari dan setelah 14 hari, mereka wajib memeriksakan diri ke Puskesmas atau posko Covid-19 terdekat.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menegaskan kepada masyarakat yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) agar tidak panik.

“Kami imbau masyarakat jangan panik kalau ditetapkan sebagai ODP atau orang dalam pemantauan. Yang harus dilakukan adalah, tetap berada di rumah selama 14 hari untuk karantina mandiri, jangan keluar dulu sebelum benar-benar sehat dengan mengecek kesehatan ke puskesmas atau posko Covid-19 terdekat,” kata Sutarmidji.

Dia menjelaskan, seseorang yang ditetapkan sebagai ODP karena orang tersebut pernah bersama dengan orang positif Covid-9, pernah bepergian ke daerah yang tingkat terjangkit tinggi, atau pernah keluar negeri.

“Setelah diisolasi selama 14 hari kalau tidak ada tanda tanda terjangkit Covid-19 status ODP dicabut, tapi disarankan tetap di rumah,” tandasnya. (Fai)

Comment

News Feed