by

Peniadaan Salat Berjamaah di Masjid Raya Mujahidin Diperpanjang

KalbarOnline, Pontianak – Peniadaan salat fardu dan salah Jumat berjamaah di Masjid Raya Mujahidin Pontianak diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu diambil mempertimbangkan situasi dan kondisi mengenai upaya pencegahan penularan wabah Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar dan pengurus Masjid Mujahidin mengenai salat fardu dan salat Jumat. Telah diputuskan bahwa salat berjemaah masih belum dapat dilaksanakan hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

“Makanya, mempertimbangkan hal tersebut, kami telah melakukan rapat bersama Majelis Ulama Indonesia Kalbar dan pengurus Masjid Mujahidin terkait salat Jumat dan salat fardu di Masjid Mujahidin masih belum dapat dilaksanakan kembali hingga waktu yang belum dapat ditentukan,” tuturnya.

Dikatakan mantan Bupati Mempawah itu, dalam rapat tersebut pihaknya melihat manfaat dan mudharat kemudian dikaji secara syariatnya dan dikaji juga penyebaran COVID-19 dari penduduk Kalbar dan juga merujuk Fatwa MUI poin 4 yang menyatakan jika sebuah daerah tidak terkendali dan penyebaran virusnya sudah merata maka kita boleh meniadakan Salat Jumat di tempat tersebut.

“Tetapi di tempat lain yang sudah terkendali boleh melaksanakan Jumatan, rujukannya seperti itu,” katanya.

Dia juga menjelaskan usai rapat yang ia laksanakan bersama pihak terkait maka diputuskanlah untuk Masjid Mujahidin masih belum dibuka untuk pelaksanaan Shalat Jumat pada 3 April 2020.

“Rabu malam kami rapat kemudian siang tadi akhirnya diputuskan Masjid Mujahidin masih belum dibuka untuk Jumatan pada 3 April besok hingga melihat situasi dan kondisi ke depannya,” katanya.

Ia mengakui jika penutupan masjid Raya Mujahidin menjadikan banyak protes dikalangan masyarakat Kalbar pada umumnya.

“Saya juga selaku anggota dewan masjid melihat berbagai masukan dan pendapat sehingga keputusan ini kita ambil ya tadi melihat beberapa kajian. Ada yang minta dibuka ada yang minta ditutup maka kami ambil jalan tengahnya. Hal ini juga sudah saya sampaikan ke Pak Gub terkait masih ditutupnya Mujahidin hingga kondisi ke depannya kita lihat lagi,” tandasnya. (Fai)

Comment

News Feed