by

Sumbang Saran #AbangDesa Untuk Penanganan Covid-19 di Sambas

Minta Pemkab Sambas berani!

KalbarOnline, Sambas – Bakal Calon Bupati Sambas, Mulyadi angkat bicara menyikapi wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Kalbar tak terkecuali Sambas. Mulyadi menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Sambas segera mencarikan formula khusus untuk memutus mata rantai penyebaran corona.

Menurut Mulyadi, jika karantina wilayah merupakan pilihan terbaik, lebih baik segera dilakukan. Mengingat, Sambas terus mengalami peningkatan orang dalam pemantauan (ODP) sekaligus berbatasan langsung dengan negara terinfeksi Covid-19. Selain itu juga, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji telah menyatakan bahwa dirinya selaku perwakilan Pemerintah Pusat di Kalbar menyerahkan sepenuhnya keputusan untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown kepada pemerintah daerah tingkat II.

“Kalau karantina wilayah adalah pilihan terbaik agar Sambas terbebas dari ancaman penularan covid-19 maka Pemkab Sambas harus berani mengambil langkah tersebut, demi keselamatan masyarakat Sambas secara luas yang sangat potensial untuk terpapar karena Sambas berbatasan langsung dengan negara yang terinfeksi Covid-19. Dari pada kita terus menderita dibayang-bayangi ancaman covid-19, maka apapun jalan yang terbaik harus dilakukan, termasuk karantina wilayah,” ujarnya saat diwawancarai KalbarOnline di Sambas, Rabu (1/4/2020).

“Jangan hanya menunggu kebijakan dari pemerintah propinsi maupun pusat. Tetapi demi kepentingan yang lebih luas, Pemkab Sambas dituntut untuk berani mengambil langkah-langkah strategis yang efektif, masif, terstruktur dan terukur demi keselamatan kesehatan masyarakat dari pandemi Covid-19 ini,” timpalnya.

Sarankan bentuk posko penyediaan kebutuhan pokok masyarakat

Kalaupun karantina wilayah yang dipilih Pemkab Sambas sebagai pilihan terbaik, Mulyadi menyarankan agar tiap kampung atau desa dibentuk posko yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat. Namun, untuk menghindari penyebaran virus corona, posko tersebut harus menerapkan standard yang steril.

Selain itu, tim medis dan tim keamanan juga harus disiapkan di kampung-kampung. Artinya, tidak hanya memberikan imbauan dan pembatasan, tapi juga bertanggungjawab atas kebutuhan masyarakat.

“Jadi, Pemkab Sambas harus membuat skenario, termasuk menyediakan anggarannnya untuk memberikan paket sembako,” kata Pembina Relawan Midji-Norsan ini.

Lakukan klaster situasi wilayah

Ketua Forum Pemuda Tani Kalbar ini juga menyarankan, agar Pemkab Sambas membuat klaster situasi wilayah, mulai tingkatan desa hingga tingkatan RT yang bebas dari kasus corona. Termasuk yang tanpa orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP) masuk klaster zona hijau, daerah yang terdapat ODP masuk zona kuning, jika ada yang positif dan PDP masuk zona merah.

Skema pembagian klaster tersebut diyakini Mulyadi sangat efektif dan cocok dengan geografis Sambas, sehingga wabah corona dapat diantisipasi oleh seluruh elemen.

“Dengan langkah seperti ini Pemkab bisa melibatkan seluruh elemen, misal klaster zona hijau bisa berpartisipasi dengan cara memastikan warganya tidak terpapar dengan pola pembatasan aktivitas sosial,” pungkasnya.

Segera revisi APBD untuk prioritaskan penanganan Covid-19

Bacalon Bupati yang dikenal dengan #AbangDesa (Ayo Bangun Desa) ini juga menyarankan agar Pemkab Sambas menunda segala bentuk kegiatan fisik dan merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memprioritaskan dan memperkuat penanganan pandemi Covid-19.

“Seluruh tenaga fikiran dan anggaran harus difokuskan ke persoalan memutus mata rantai penyebaran covid-19 agar Sambas benar-benar terbebas dari ancaman virus corona. Jadi anggarannya dipersiapkan betul-betul. Karena, apapun alasannya lebih baik menunda kegiatan proyek fisik dari pada masyarakat hidup dalam ancaman besar covid-19,” tukasnya.

Terlebih lagi, kata dia, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji juga telah menyarankan agar Pemerintah Daerah tingkat II untuk menggunakan anggarannya untuk memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak virus corona.

“Artinya, selain fokus memerangi covid-19, pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak virus corona,” tegasnya.

“Masyarakat juga tidak akan pernah merasa aman dan nyaman sekaligus tenang bahkan tidak dapat melakukan aktivitas apapun kalau persoalan penularan Covid-19 tidak dapat diselesaikan. Masyarakat butuh kepastian untuk dapat kembali beraktivitas sehingga seluruh tatanan ekonomi, sosial, usaha dapat kembali sebagaimana mestinya. Untuk itu Pemkab Sambas harus berani melakukan hal-hal yang lebih masif sekalipun harus mengalihkan seluruh anggaran demi terwujudnya kepastian terbebasnya masyarakat Sambas dari seluruh ancaman covid-19,” timpalnya lagi. (Anc)

Comment

News Feed