by

Alhamdulillah, Satu Pasien Dalam Pengawasan di Pontianak Dinyatakan Negatif Covid-19

KalbarOnline, Pontianak – Selain mengeluarkan hasil laboratorium swab pertama terhadap satu pasien terkonfirmasi Covid-19, Balitbangkes turut menyampaikan hasil laboratorium terhadap satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Soedarso. Di mana, berdasarkan hasil laboratorium, pasien wanita berusia 51 tahun ini dinyatakan negatif Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson kepada awak media, Kamis (26/3/2020).

“Kabar baik juga kita dapatkan dari Balitbangkes, di mana kita ketahui kita sedang merawat seorang wanita berusia 51 tahun sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di ruang isolasi RSUD Soedarso. Kita rawat dari 16 maret 2020, hasil pemeriksaan laboratorium yang disampaikan hari ini, ibu ini negatif covid-19,” ujarnya.

Harisson menjelaskan, yang bersangkutan akan segera dikeluarkan dari ruang isolasi RSUD Soedarso. Meski demikian, pihaknya tetap meminta yang bersangkutan untuk melakukan karantina secara mandiri di rumah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh yang bersangkutan.

“Terhadap ibu ini akan segera kita keluarkan dari ruang isolasi dan nanti kalau sudah pulang ke rumah, kita tetap harapkan melakukan karantina secara mandiri untuk menjaga kesehatan tubuhnya supaya tetap terus sehat dan bugar, jadi tetap melakukan isolasi mandiri di rumah,” tandasnya.

Sebelumnya Harisson telah menginformasikan bahwa satu pasien berusia 34 tahun yang terkonfirmasi Covid-19 yang saat ini sedang dirawat di ruang isolasi RSUD Soedarso sejak 10 Maret 2020 lalu dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium swab pertama. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson kepada awak media, Kamis (26/3/2020).

“Kabar baik kita dapatkan dari Balitbangkes, di mana kita ketahui, kita sedang merawat pasien terkonfirmasi Covid-19 di ruang isolasi RSUD Soedarso sejak 10 Maret 2020, hari ini kami menerima konfirmasi pemeriksaan laboratorium, di mana pasien ini dinyatakan negatif Covid-19,” ujarnya.

Meski dinyatakan negatif Covid-19, Harisson menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu pemeriksaan laboratorium swab kedua terhadap yang bersangkutan. Jika hasil pemeriksaan kedua nantinya dinyatakan negatif, maka pasien tersebut akan dikeluarkan dari ruang isolasi RSUD Soedarso.

“Kita sedang menunggu pemeriksaan kedua, kalau pemeriksaan kedua hasilnya nanti negatif, maka pasien ini dapat kita keluarkan dari ruang isolasi RSUD Soedarso,” tegasnya.

Orang nomor wahid di jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar ini turut mengungkapkan bahwa yang bersangkutan sampai saat ini dalam keadaan sehat. Tak jarang pihaknya melihat yang bersangkutan melakukan olahraga kecil di ruang isolasi.

“Pasien ini dalam keadaan sehat, kita sering lihat di ruang isolasi, yang bersangkutan melakukan olahraga-olahraga kecil di ruang isolasi. Jadi pasien ini memang secara fisik kita lihat dalam keadaan sehat,” tandasnya.

Sampai hari ini, terhitung sudah empat warga Kalbar dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian, satu PDP terkonfirmasi dirawat di RSUD Soedarso, dua PDP terkonfirmasi dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang dan satu PDP terkonfirmasi diisolasi secara ketat.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar pada tanggal 26 Maret 2020, jumlah pasien dalam pengawasan se-Kalimantan Barat berangsur turun.

Sampai saat ini sebanyak 20 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sedang dirawat di ruang isolasi dengan rincian 4 PDP di RSUD Soedarso, 4 PDP di RSUD Abdul Aziz Singkawang, 3 PDP di RSUD Sambas, 2 PDP di RSUD AM Djoen Sintang, 2 PDP di RS Kartika Husada, 1 PDP di RSUD Melawi dan 1 PDP di RSUD Rubini Mempawah serta 3 PDP di RSUD Agoes Djam Ketapang.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga 26 Maret 2020 pukul 15.00 WIB terus menunjukkan peningkatan dibandingkan data ODP dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar pada Rabu (25/3/2020) yang semula di angka 1.878 orang sudah mencapai angka 1.957 orang dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Sambas yakni 571 orang. Disusul Kabupaten Sintang sebanyak 280 orang, Kabupaten Sanggau sebanyak 209 orang.

Kemudian Kota Pontianak sebanyak 166 orang, Kabupaten Kubu Raya sebanyak 134 orang, Kota Singkawang sebanyak 130 orang, Kabupaten Landak sebanyak 84 orang, Kabupaten Sekadau sebanyak 55 orang, Kabupaten Mempawah sebanyak 59 orang, Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 59 orang, Kabupaten Melawi sebanyak 44 orang, Kabupaten Kayong Utara sebanyak 44 orang, Kabupaten Ketapang sebanyak 31 orang dan Kabupaten Bengkayang sebanyak 9 orang. (Fai)

Comment

News Feed