by

Berapa Lama Coronavirus Bisa Bertahan di Permukaan?

Coronavirus atau Covid-19 masih menjadi misteri bagi para ahli dan ilmuwan medis. Namun, secara perlahan, penelitian demi penelitian yang dilakukan dapat mencari tahu dan memahami lebih dalam terkait virus ini, salah satunya tentang berapa lama Coronavirus bisa bertahan di permukaan.

Hal ini penting diketahui untuk mencegah penularan Coronavirus. Pasalnya, tingkat penularan virus ini sangat tinggi dan cepat. Sejauh ini, ada dua penelitian yang menemukan berapa lama Coronavirus bisa bertahan di permukaan. Dengan penemuan ini, diharapkan setiap orang lebih waspada dalam memegang permukaan-permukaan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Berapa Lama Coronavirus Bisa Bertahan di Permukaan?

Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan New England Journal of Medicine, Coronavirus atau SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, bisa bertahan di udara dan sejumlah permukaan selama beberapa jam dan beberapa hari.

Penelitian tersebut menemukan bahwa Coronavirus bisa bertahan hingga 72 jam di permukaan plastik, 48 jam pada permukaan baja tahan karat, 24 jam di permukaan kardus, dan empat jam di permukaan tembaga. Coronavirus juga aktif di udara selama tiga jam.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Journal of Hospital Infection menunjukkan bahwa Coronavirus bisa bertahan selama empat hari di permukaan kayu dan kaca. Virus ini juga bisa bertahan hidup hingga lima hari di permukaan besi dan keramik.

Permukaan-permukaan tersebut dekat sekali dengan aktivitas manusia sehari-hari, seperti tempat duduk plastik, gagang pintu kantor, ataupun kemasan kardus barang yang Kamu pesan secara online.

Namun, ahli mengatakan bahwa ada banyak faktor yang bisa memengaruhi ketahanan hidup Coronavirus pada suatu permukaan. Misalnya, di permukaan kardus ada sedikit percikan minyak atau hal lain yang bisa saja memengaruhi stabilitas virus.

Baca juga: Ingin Bersihkan Rumah, Ini Daftar Produk untuk Disinfeksi Coronavirus!

Risiko Tertular Coronavirus

Tentunya penting bagi setiap orang untuk sadar dan waspada terhadap paparan permukaan yang biasa kita jumpai sehari-hari. Pasalnya, orang dengan status positif terinfeksi coronavirus mungkin tanpa sadar menularkan virus ke berbagai permukaan yang disentuh.

Namun, hanya karena partikel Coronavirus bisa ditemukan di permukaan plastik selama tiga hari, bukan berarti risiko Kamu terkena infeksi juga sama selama tiga hari tersebut. Menurut Professor Stuart Tangye, seorang ahli imunologi dari Garvan Institue of Medical Research, risiko tetap ada, namun berkurang setiap menitnya sejak pertama kali virus menempel di permukaan tersebut. Penyebabnya karena partikel virus akan semakin rusak selama periode waktu tersebut.

Baca juga: COVID-19 Akan Hilang di Musim Panas, Hanya Mitos. Masih ada 9 Mitos Lainnya!

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Melindungi Diri?

Untuk mencegah penularan coronavirus dari permukaan, ahli merekomendasikan agar selalu membersihkan area permukaan dan perabot rumah tangga yang rentan tersentuh dan didiami kuman.

Contohnya meja dapur, tempat cuci pakaian, gagang pintu, keran, wastafel dan kamar mandi, mainan anak-anak, dan permukaan lainnya yang sering Kamu sentuh. Bersihkanlah lebih sering dari biasanya. Tidak perlu mencari alat pembersih yang sulit didapatkan.

Menurut ahli, alat pembersih yang Kamu gunakan sehari-hari saja, seperti sabun, hand sanitizer berbahan dasar alkohol, ataupun semprot alkohol, sudah cukup untuk membersihkan permukaan-permukaan tersebut. Beberapa virus memang sulit untuk dihilangkan, namun menurut ahli, Coronavirus termasuk jenis virus yang sebenarnya mudah untuk dibersihkan dan dihilangkan. (UH)

Baca juga: Mums, Begini Tipsnya Menjelaskan tentang Coronavirus dan Social Distancing kepada Si Kecil

Sumber:

New England Journal of Medicine. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. Maret 2020.
ABC News. How long does coronavirus last on surfaces?. Maret 2020.
Journal of Hospital Infection. Persistence of coronaviruses on inanimate surfaces and their inactivation with biocidal agents. Maret 2020.

Comment

News Feed