by

Suib Ajak Milenial Peduli Pertanian dan Perkebunan, Ini Alasannya

Tutup rangkaian Reses tahap I bersama warga Sungai Ambawang dan Kuala Mandor

KalbarOnline, Kubu Raya – Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Suib menutup rangkaian resesnya bersama warga Kecamatan Sungai Ambawang dan Kuala Mandor yang dipusatkan di Sungai Ambawang, Jumat (28/2/2020).

Pertemuan reses yang dihadiri puluhan peserta mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dari dua kecamatan itu, didominasi oleh para pemuda alias kalangan milenial. Kesempatan itu pun tak disia-siakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalbar ini untuk memotivasi sekaligus mendorong para milenial untuk ikut andil sekaligus peduli dalam bidang pertanian dan perkebunan. Dorongan ini, tegas Suib, sangat beralasan. Sebab, para petani saat ini didominasi oleh kalangan 45 tahun ke atas. Menurutnya hal ini sangat rentan dalam hal pemenuhan pangan di Indonesia khususnya Kalbar jika tak ada regenerasi petani.

“Di mana 61 persen petani Indonesia telah berusia lebih dari 45 tahun. Di Kalbar sendiri, berdasarkan data sensus pertanian 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 684.076 petani di atas usia 45 tahun. Artinya, petani Kalbar, didominasi orang tua. Kalau tidak ada regenerasi, tentu akan sangat rentan, ketika usia 45 tahun ke bawah tidak ikut andil dalam pemenuhan pangan di republik ini, di mana pangan ini sangat rentan untuk pemenuhan konsumsi lokal maupun nasional,” tukasnya.

Untuk pemenuhan konsumsi lokal saja, menurut Suib, sangat rentan. Terlebih lagi saat ini di beberapa jenis kebutuhan pangan, Indonesia tak terkecuali Kalbar masih ketergantungan dengan negara luar misalnya bawang putih.

“Ini rentan. Kalau negara pemasok bermasalah, misalnya China dengan kasus virus corona yang menimpa negara itu, sangat berdampak pada Indonesia tak terkecuali Kalbar. Harga bawang putih terjadi kenaikan. Di satu komoditi saja kita kewalahan,” tukasnya.

Tapi kata Suib, semua pihak termasuk kalangan milenial harus mengambil hikmah dan pelajaran dari kasus virus corona ini. Menurutnya banyak sisi positif yang dapat diambil dari kasus tersebut.

“Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus ini. Salah satunya kita bisa mengamati apa yang menjadi kekurangan kita jikalau negara pemasok kebutuhan pangan untuk Indonesia ini bermasalah. Sehingga kita bisa mendeteksi apa yang menjadi kelemahan kita baik di sektor kebutuhan pangan dan sebagainya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suib menampung banyak sekali usulan masyarakat, mulai dari percepatan pembangunan, pemerataan pendidikan, perbaikan layanan kesehatan dan sejumlah aspirasi lainnya.

“Reses ini saya lakukan untuk menampung aspirasi dan keluh kesah masyarakat. Anggota DPRD itu diberikan jadwal reses 3 kali dalam setahun per empat bulan sesuai dengan tugas dan fungsi kita untuk menampung aspirasi masyarakat melalui pokok pikiran,” jelasnya.

Suib saat ini diketahui menempati posisi sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar yang mana membidangi sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, peternakan, kehutanan, kepelabuhanan, kepabeanan, koperasi dan lainnya.

Seperti diketahui, Suib sebelumnya telah melaksanakan kegiatan serupa ke 7 titik di daerah pemilihannya yakni Kubu Raya dan Mempawah yang sudah dijadwalkan. (Fai)

Comment

News Feed