by

Dewan Ajak Milenial Kalbar Tekuni Pertanian Lahirkan Agrosociopreneur

KalbarOnline, Pontianak – Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian untuk melahirkan wirausaha muda pertanian yang mampu memberikan dampak sosial atau mampu melahirkan agrosociopreneur di Kalbar. Sebab, di era digital saat ini, ditegaskan Suib, peluang ekonomi dari sektor pertanian sangat besar. Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

“Di era digital saat ini, peluang ekonomi di sektor pertanian sangat besar. Anak muda dengan berbagai kemudahan yang ada saat ini, harus bisa menangkap peluang ini,” ujarnya, saat diwawancarai, Selasa (25/2/2020) kemarin. Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

Apalagi, lanjutnya, Kalbar telah memiliki pelabuhan internasional Kijing yang akan segera beroperasi, ditambah lagi Pemerintah telah memutuskan memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan. Tentu Kalbar, tegas Suib, akan sangat diuntungkan, di mana nantinya, kata Suib, akan banyak transaksi asing yang masuk ke Kalbar. Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

“Peluang inilah yang harus kita tangkap dan peran anak muda sangat diperlukan. Kalbar dengan potensi pertanian yang sangat besar tentu akan lebih menguntungkan, kalau produktivitas di sektor pertaniannya bagus, ditambah peran para pemudanya. Tentu peluang ini akan semakin terbuka lebar, hasil-hasil pertaniannya dapat dijual ke luar baik domestik maupun luar negeri, apalagi kalau para pemuda Kalbar mampu mengolah hasil-hasil pertanian menjadi produk turunan tentu akan menghasilkan nilai jual yang tinggi,” tukasnya. Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalbar ini mengajak seluruh pemuda Kalbar untuk berperan aktif memanfaatkan lahan dalam kegiatan bercocok tanam, menjadi pengusaha sukses pertanian, sekaligus mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

“Bidang pertanian jika dikelola dengan baik, benar dan serius akan menjadi bidang yang prospektif, banyak komoditas pertanian yang bisa di-ekspor dan tidak akan kalah dengan bidang lainnya,” tuturnya.

Selain itu, diungkapkan Suib, regenerasi petani merupakan isu penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh pihak, sebab berdasarkan data sensus pertanian 2013 jumlah rumah tangga petani turun 20 persen dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta, atau turun 15,6 juta rumah tangga. Hal ini diperparah lagi dengan kondisi bahwa 61 persen petani Indonesia telah berusia lebih dari 45 tahun. Di Kalbar sendiri, kata dia, berdasarkan data sensus pertanian 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 684.076 petani di atas usia 45 tahun. Artinya, petani Kalbar, kata Suib, didominasi orang tua, sulit menemukan anak muda yang memutuskan untuk menekuni dunia pertanian. Harus ada regenerasi.

“Karena itu, keterlibatan generasi milenial dalam mendukung, mengembangkan, serta memajukan sektor pertanian menjadi sangat dibutuhkan. Pertanian juga perlu sentuhan serta terobosan generasi milenial,” tegasnya.

“Sebagai negara agraris, Indonesia khususnya Kalbar membutuhkan SDM untuk mengelola lahan pertanian. Untuk itu, kita akan merancang program penguatan Nilai Tukar Petani, agar ke depan hasil panen petani nanti mendapatkan harga yang layak. Kalau jadi petani dilihat lebih menghasilkan, maka saya yakin akan banyak anak muda yang mau bertani. Kita akan ajak anak muda untuk bertani dengan cara yang modern. Tak mungkin lagi ngajak anak muda bertani tapi masih dengan cangkul,” timpalnya.

Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

Politisi Hanura ini juga meminta para pemuda tak khawatir mengenai permodalan untuk terjun ke dunia pertanian. Sebab, tegas Suib, salah satu target Kementerian Pertanian (Kementan) dalam pembiayaan petani adalah kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di mana hal itu diharapkan dapat menjadi stimulus untuk mendorong percepatan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalbar khususnya lewat sektor pertanian.

“Jangan takut, jangan khawatir kalau soal permodalan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah mengeluarkan Permen tentang pedoman pelaksanaan KUR. Jadi pemerintah mendesain usaha pertanian ini dengan cara pengelompokkan dengan skema produksi hulu hingga hilir. Lewat pinjaman KUR itu juga nanti petani bisa membeli sarana produksi seperti pupuk atau keperluan olah tanam di luar bantuan. Program inilah yang harusnya kita di daerah tangkap, ini semua peluang,” tegasnya.

Untuk pengajuan KUR tersebut, kata Suib, bisa lewat Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di tingkat kecamatan. Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

“Nanti ada konsultan yang berhubungan dengan bank, dibantu juga dengan mitra usaha taninya. Jadi, modal usaha tani langsung digunakan sesuai keperluan petani, seperti biaya pengolahan tanah, tenaga kerja, atau kebutuhan pascapanen,” tukasnya.

Oleh karena itu, dirinya kembali mengajak para pemuda untuk ragu atau takut maupun gengsi berprofesi sebagai petani, mengingat Kalbar memiliki potensi alam yang sangat luar biasa ditambah lagi pemerintah saat ini telah melakukan berbagai kemudahan-kemudahan. Suib ajak milenial Kalbar tekuni pertanian.

“Sekali lagi, saya mengajak para pemuda Kalbar, jangan ragu, jangan takut ataupun gengsi berprofesi sebagai petani. Kalbar ini punya potensi alam yang luar biasa, kalau pertanian dimaksimalkan pemuda tentu akan sangat bermanfaat, jangan sampai Kalbar dengan SDA yang luar biasa justru dimanfaatkan oleh orang luar,” tandasnya. (Lau)

Comment

News Feed