by

Magnet Pariwisata di Desa Jeruju Besar

KalbarOnline, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan secara resmi meluncurkan Wisata Equator Park Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Sabtu (15/2/2020). Wisata Equator Park sejatinya telah dibuka sejak dua bulan lalu dengan pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa Jeruju Besar. Namun secara resmi diluncurkan Bupati Muda Mahendrawan pada Sabtu (15/2/2020). Perbulannya, jumlah pengunjung telah mencapai hampir dua ribu orang, khususnya pengunjung dari luar Desa Jeruju Besar.

Dalam sambutannya, Bupati Muda menyebut Kecamatan Sungai Kakap punya potensi menjanjikan untuk menjadi citra wisata Kalimantan Barat. Sebab Kabupaten Kubu Raya khususnya Sungai Kakap memiliki kekuatan besar yaitu muara sebagai salah satu jalur transportasi. Ditunjang dengan pesisir yang memiliki panjang 194 kilometer.

Karena itu, satu di antara rencana besar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya adalah menjadikan pariwisata sebagai magnet daerah. Sebab pariwisata bersifat multiefek. Yakni punya efek yang banyak. Karena itu, mulai tahun ini pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dirancang untuk dilakukan dengan sistem multi-years atau tahun jamak.

“Supaya beberapa titik yang menuju pada titik-titik destinasi wisata insya Allah akan dapat kita selesaikan semua. Karena itu penting, di mana orang dari berbagai daerah akan datang,” tuturnya menjelaskan.

Muda mengatakan, pembangunan infrastruktur yang mengkoneksikan titik-titik wisata sangat penting. Sebab akan menjadi akses perlintasan orang dan pengunjung dari berbagai daerah. Sehingga yang merasakan dampak positifnya bukan hanya destinasi wisata yang dituju. Melainkan semua yang dilewati ikut diuntungkan.

“Bukan hanya Jeruju Besar yang dapat dampaknya. Tapi semua yang dilewati termasuk Sungai Kupah, Sungai Kakap, dan yang lainnya juga merasakan dampak positifnya,” ujarnya.

Terkait hal itu, Muda telah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk memetakan kawasan perdesaan wisata, termasuk di Kecamatan Sungai Kakap. Dia menerangkan, jika di Kecamatan Rasau Jaya ada kawasan perdesaan berbasis agro, maka Sungai Kakap pun memiliki hal serupa. Sehingga akan diusulkan menjadi salah satu kawasan perdesaan wisata di Kabupaten Kubu Raya.

“Ini juga menjadi perhatian kita. Karena sejak dulu Kalimantan Barat memang telah merancang daerah, misalnya di Tanjung Intan Sungai Kakap, untuk menjadi daerah pariwisata yang terdepan dan andalan. Insya Allah akan kita teruskan, yakni beberapa rencana yang memang sesuai untuk diperjuangkan,” jelasnya.

Lebih jauh Muda menyebut pembangunan pariwisata memang membutuhkan investasi awal. Namun jika telah berjalan, tinggal dijaga dengan terus mengangkat ide-ide kreatif. Itulah menurutnya, mengapa pariwisata lebih menjanjikan.

“Nah, Kubu Raya tentu punya prospek dalam hal ini. saya bersama DPRD memberikan dukungan bagaimana agar daerah kita lebih banyak dikunjungi dan banyak ajang yang bisa dibikin di sini. Baik ajang budaya, olahraga, dan sebagainya,” terangnya.

Secara khusus ia mengapresiasi masyarakat dan perangkat desa yang dinilainya punya inisiatif dan banyak ide. Hal itu menurutnya sangat penting untuk merealisasikan apa yang diinginkan.

“Jadi membangun sesuatu itu kita kuatkan ide dan inisiatif kita. Maka energi yang lainnya akan ikut. Kalau kita banyak kreativitas dan fokus, maka nanti proses yang lainnya akan ikut dengan baik. Energi positifnya akan sampai,” sebutnya.

Menunjang pembangunan pariwisata di Jeruju Besar, Muda juga meminta masyarakat dan pemerintah desa untuk mencari ide unik terkait pengadaan oleh-oleh khas Jeruju Besar. Hal itu dinilainya sangat penting. Karena bisa menjadi daya tarik orang untuk datang ke destinasi wisata di Jeruju Besar.

“Bagaimana membuat daerah kita ini menjadi daerah yang banyak ciri khasnya. Jeruju Besar harus bikin gagasan yang unik untuk jadi oleh-oleh khas Jeruju Besar. Supaya jadi magnet orang datang ke Equator Park maupun Jeruju Besar. Apakah makanan atau apapun. Bikin dalam kemasan kotak kecil dengan wadah dari besek atau anyaman,” sarannya.

Kepala Desa Jeruju Besar Nurhalijah mengatakan, Equator Park merupakan satu di antara bidang usaha yang dijalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jeruju Besar. Ia menuturkan, operasional Equator Park telah dimulai sejak dua bulan lalu dengan pengunjung luar daerah yang telah hampir mencapai dua ribu orang perbulannya.

“Bahkan kami telah diberikan kepercayaan oleh sejumlah lembaga pendidikan untuk menjadi lokasi kegiatan mancakrida atau outbond. Yakni pembelajaran kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka,” ungkapnya.

Camat Sungai Kakap, Rusdety mengaku bersyukur dengan keberadaan destinasi wisata di wilayahnya. Menurutnya, Wisata Equator Park akan memacu perekonomian masyarakat. Karena itu, dia mengajak warga untuk mulai belajar menjadi tuan rumah dari sebuah destinasi wisata.

“Ayo kita siap-siap. Kita rapikan desa kita. Karena masyarakat yang datang mengharapkan tempat wisata yang rapi. Jadi setidaknya RT, kades, dan kadus ayo kita berkemas,” ajaknya.

Terkait hal itu, Rusdety juga mengingatkan warga untuk tetap tertib dalam berusaha. Sebab ia menilai geliat ekonomi warga mulai menguat.

“Alhamdulillah berarti masyarakat sudah mulai. Ketika mulai membangun kios-kios, pesan saya boleh membangun tetapi lihat lokasi yang akan kita bangun. Jangan terlalu di pinggir jalan supaya indah dipandang. Jadi usahakan agak mundur. Supaya ketika wisatawan luar bertamu, mereka melihat memang wajar Desa Jeruju Besar ini menjadi tempat wisata,” terangnya.

Rusdety menyatakan bukan hanya Jeruju Besar yang punya potensi pariwisata. Desa lainnya seperti Sungai Kupah dan Parit Keladi juga memiliki potensi besar. Karena itu, dirinya optimistis Kecamatan Sungai Kakap ke depan akan semakin maju.

“Kehidupan perekonomian masyarakat juga akan terangkat. Mudah-mudahan teman-teman desa lainnya juga punya program inovasi dan semangat yang sama. Ayo kita bangun Kecamatan Sungai Kakap,” ucapnya. (*/ian)

Comment

News Feed