by

Bumil, Jangan Suka Marah-marah, Ya!

Kehamilan tentu menjadi momen yang menyenangkan bagi setiap wanita. Meski begitu, di sisi lain, kehamilan juga sangat rentan membuat wanita mengalami stres, sensitif, cemas, dan mudah marah. Yup, salahkan perubahan hormon.

Walaupun hal ini menjadi sangat normal ketika Mums hamil, marah terus-menerus selama hamil bisa menimbulkan berbagai dampak, tidak terkecuali pada si Kecil yang masih dalam kandungan. Ikatan yang sangat dekat di antara Mums dan si Kecil akan membuatnya bisa merasakan semua hal yang dialami oleh Mums, termasuk kemarahan.

Selain itu, kemarahan yang berlarut-larut juga bisa memicu depresi, bahkan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, asma, sakit kepala, dan masalah pencernaan. Apabila Mums mengalami masalah-masalah ini, secara tidak langsung Mums juga telah menciptakan lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi Mums yang sedang hamil agar tetap positif dan tenang. Jangan biarkan emosi negatif mendominasi Mums selama kehamilan.

Baca juga: Membahagiakan Ibu Hamil? Mudah Kok, Dads!

Faktor yang Membuat Ibu Hamil Mudah Marah

Marah-marah yang terjadi saat Mums hamil tentu tak terjadi begitu saja. Ada banyak faktor yang memicu kondisi ini, antara lain:

1. Perubahan hormon

Mudah marah selama hamil dapat dikaitkan dengan hormon yang berfluktuasi. Perubahan hormon selama kehamilan dapat memicu perubahan suasana hati yang cepat, sensitivitas yang tinggi, dan perasaan yang lebih intens. Biasanya, kemarahan yang meledak-ledak juga bisa dipicu oleh sesuatu yang terjadi sebelumnya dan mengecewakan.

2. Stres

Merasa stres selama hamil adalah hal yang sangat normal terjadi. Stres selama kehamilan bisa terjadi karena beberapa hal, seperti ketidaknyamanan fisik, istirahat dan tidur yang kurang, pekerjaan yang berlebihan, hingga kekhawatiran finansial. Stres yang terus-menerus dapat memengaruhi kemampuan Mums dalam mengelola kemarahan dan memicu ledakan kemarahan.

3. Kekhawatiran dan rasa takut

Penyebab lain Mums mudah marah selama hamil adalah rasa khawatir dan ketakutan akan hal yang nantinya dapat terjadi. Wanita hamil mungkin akan khawatir tentang kehamilan mereka, rasa sakit saat persalinan nanti, kondisi kesehatan bayi yang belum lahir, atau kemungkinan komplikasi dan penyakit. Ketakutan ini bisa terjadi di luar kendali, hingga kemarahan menjadi cara Mums untuk melampiaskan rasa takut tersebut.

4. Ketidaknyamanan selama hamil

Ada banyak ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan Mums ketika hamil, terlebih karena perubahan fisik yang dialami. Wanita hamil biasanya juga rentan sakit, merasa mual, dan lelah. Ketidaknyamanan dapat memicu perasaan kesal dan membuat Mums menjadi lebih mudah marah, apalagi jika ketidaknyamanan tersebut tidak segera ditangani.

Baca juga: 6 Keluhan yang Umum Dialami oleh Ibu Hamil

Apakah Kemarahan Selama Hamil Bisa Memengaruhi Bayi?

Sering marah selama hamil dapat menyebabkan perubahan biologis dan fisiologis, seperti peningkatan tekanan darah dan detak jantung, kadar hormon epinefrin dan adrenalin yang meningkat, serta penyempitan pembuluh darah. Kondisi-kondisi ini dapat mengurangi suplai oksigen dan darah ke janin, yang tentunya berbahaya bagi pertumbuhan bayi.

Kemarahan yang berkepanjangan atau ekstrem selama kehamilan juga sangat mungkin meningkatkan risiko komplikasi tertentu, termasuk ketika persalinan. Berikut ini beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat sering marah selama hamil:

– Berat badan lahir bayi rendah.

– Persalinan prematur.

– Efek pada temperamen bayi (lebih rentan terhadap iritabilitas dan depresi).

– Peluang anak menjadi hiperaktif lebih tinggi.

– Kemampuan kognitif anak menjadi terbatas.

Perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan memang bisa memicu timbulnya emosi negatif dalam diri Mums. Tidak heran jika Mums menjadi lebih sensitif dan mudah marah selama hamil.

Akan tetapi, bukan berarti Mums tidak bisa menanganinya, kok. Selain dengan mengendalikan diri, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga teratur, beristirahat yang cukup, dan melakukan meditasi bisa sangat membantu Mums dalam mengelola emosi.

Jika Mums sudah tidak dapat mengendalikannya, beri tahukan pasangan atau orang terdekat untuk membantu. Jangan ragu juga untuk mengonsultasikannya kepada dokter atau tenaga ahli, sehingga Mums bisa segera memperoleh penanganan yang tepat. (AS)

Baca juga: Mums, Ini Lho Dampak Sering Marah saat Hamil!

Sumber

Parenting First Cry. “Anger during Pregnancy – Effects & How To Control It“.

Comment

News Feed