MTAMT Lanjutkan Perayaan Maulid Tradisional Keliling ke Desa Peniti

Dihadiri anggota Dewan putra asli Desa Peniti

KalbarOnline, Sekadau – Majelis Taklim Albarzanji Maulid Tradisional (MTAMT) Kabupaten Sekadau kembali menggelar maulid tradisional. Kali ini perayaan peringatan hari lahir Nabi Muhammad oleh MTAMT Sekadau ini digelar di Masjid Jami’ Al-Muttaqin, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum MTAMT Sekadau, Haji Abdul Bakar serta sejumlah pengurus MTAMT Sekadau, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Muhammad dan Anggota DPRD Sekadau, Abang Ramli yang merupakan putra asli Desa Peniti serta seluruh jamaah yang berasal dari berbagai kecamatan di Sekadau yang sengaja hadir untuk memeriahkan perayaan Maulid Tradisional di Desa Peniti.

MTAMT Lanjutkan Perayaan Maulid Tradisional Keliling ke Desa Peniti 1

Dalam perayaan maulid ini turut ditampilkan kesenian Hadrah Melayu dan gunting rambut balita yang merupakan anak dari warga setempat. Selain itu juga dirangkai dengan mandi di sungai Kapuas dan menebar jala lima kali sambil main lumpur di tepi sungai kapuas oleh sekelompok para pemuda Desa Peniti.

Ketua MTAMT Sekadau, Abdul Bakar menuturkan, Maulid Tradisional ini dilakukan selama empat bulan ke depan, yang mana dalam pelaksanaannya dilaksanakan secara keliling dari masjid ke masjid se-Kabupaten Sekadau dan sekitarnya yang meliputi tiga zona.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Maulid Tradisional di Masjid Jami’ Al-Muttaqin. Ada rasa persatuan dan kesatuan yang terjalin. Dari kegiatan ini memunculkan kembali semangat kebersamaan, kekeluargaan umat Islam,” ujarnya.

Abdul juga Bakar mengucap syukur, melalui Maulid Tradisional ini umat berkumpul mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hal ini dilakukan untuk mensyiarkan agama Islam. Untuk itu, Abdul Bakar berharap pelaksanaan Maulid Tradisional ke depannya semakin baik lagi.

Seperti diketahui, Kecamatan Sekadau Hilir dan Sekadau Hulu masuk dalam zona 1 pelaksanaan Maulid Tradisional MTAMT Sekadau. Sementara zona 2 meliputi Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. Sedangkan zona 3 meliputi wilayah Belitang.

“Jadwal ini sudah kita susun dan rancang jauh sebelum kegiatan peringatan Maulid ini dilakukan dan sudah berkoordinasi dengan seluruh pengurus Masjid. Jadi seluruh masjid yang ada di Kabupaten Sekadau telah diberikan jadwal dan sesuai jadwal kita laksanakan secara bertahap dimulai pada hari Sabtu dan Minggu termasuk hari libur hingga selesai,” terangnya.

Ia berharap, melalui kegiatan Maulid Tradisional ini dapat menjadi kekayaan budaya dan penerapan ilmu agama di masyarakat.

“Karena selain diisi dengan syair, dzikir juga ada gunting rambut anak-anak dan doa bersama, tentu ini bertujuan mengharapkan keberkahan dari Allah,” pungkasnya.

Anggota DPRD Kalbar, Muhammad dalam sambutannya mengapresiasi dengan digelarnya Maulid Tradisional oleh MTAMT. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dalam rangka membina iman keagaman umat muslim di Kabupaten Sekadau.

“Dengan kegiatan ini umat semakin dekat dengan Allah. Di samping itu juga untuk membina Ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi,” ujarnya.

Senada dengan Muhammad, Abang Ramli selaku anggota DPRD Sekadau turut mengapresiasi digelarnya Maulid Tradisional ini.

“Karena selain diisi dengan syair, dzikir juga ada gunting rambut anak-anak dan doa bersama, tentu ini bertujuan mengharapkan keberkahan dari Allah,” tukasnya.

Sementara salah seorang panitia kegiatan, Syahbudin menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini semata-mata untuk mengekspresikan tentang nilai-nilai akhlak dan budi pekerti Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan. Kemudian, kata dia, mencintai Nabi Muhammad SAW dengan bershalawat melalui Maulid Tradisional yang digelar oleh MTAMT Sekadau.

“Ini merupakan Maulid Nabi Muhammad Saw ke-24 di zona satu Sekadau oleh MTAMT. Sekali lagi kami apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak dan kepada yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara Ustadz Jimi dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa dalil perayaan Maulid Nabi Muhammad ini ada beberapa hadits yang menjelaskan.

“Salah satunya ketika para sahabat bertanya alasan Rasulullah berpuasa di hari Senin dan Kamis. Kepada para sahabat, Rasulullah menjawab bahwa beliau dilahirkan pada hari Senin dan diangkat menjadi Rasul di hari Kamis. Itu artinya Nabi memperingati hari kelahirannya dengan cara berpuasa. Untuk generasi sekarang, merayakan peringatan Maulid dengan berpuasa di hari Senin dan membaca riwayatnya,” tuturnya.

Menurut Ustadz Jimi, tak ada dalil yang melarang merayakan hari kelahrian Nabi Muhammad, bahkan di dalam Al-Quran Surat Maryam, kata dia, ada ucapan selamat hari kelahiran Nabi Musa sampai dua kali.

“Artinya Al-Quran saja membolehkan orang merayakan hari kelahiran itu, apalagi kalau sekarang di dunia sudah memperingati maulid itu hal yang bagus,” tandasnya. (Mus)

Tinggalkan Komentar

Loading...