Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Areal Perkebunan Sawit di Sekadau

Pihak Kepolisian bersama tim medis saat melakukan evakuasi terhadap mayat pria yang ditemukan di Barak KPS Entabuk, Sekadau
Pihak Kepolisian bersama tim medis saat melakukan evakuasi terhadap mayat pria yang ditemukan di Barak KPS Entabuk, Sekadau (Foto: */Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Sesosok mayat pria ditemukan areal perkebunan kelapa sawit tepatnya di dekat barak KPS Entabuk, Dusun Janang Ran, Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Sekadau, Rabu (22/1/2020) malam. Peristiwa penemuan mayat ini turut dibenarkan oleh Kapolsek Belitang Hilir, IPTU I Nengah Muliawan berdasarkan laporan dari warga setempat.

Setelah mendapat laporan itu, Kapolsek beserta jajarannya dan anggota Koramil Belitang Hilir serta petugas Puskemas dan dokter Roki dari klinik PT. PAM langsung menuju ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). 

Korban diidentifikasi bernama Haryadi Kurniawan kelahiran Pontianak 31 Oktober 1952 yang saat ini bertempat tinggal di RT 003/RW 001, Dusun Janang Ran, Desa Entabuk.

Kapolsek menuturkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Heribertus Cahyadi yang saat itu menuju ke lokasi untuk mencari signal handphone.

“Pada saat saksi (Heribertus) melintasi jalan di belakang Barak KPS, yang bersangkutan melihat seorang pria dalam posisi telungkup di pinggir jalan. Namun yang bersangkutan mengira pria tersebut mabuk, kemudian bergegas melanjutkan perjalanannya,” ujarnya, Kamis (23/1/2020).

Selang beberapa waktu, Heribertus hendak pulang ke rumah dan melintasi jalan yang sama. Di perjalanan, ia melihat korban masih dalam posisi yang sama.

“Kemudian yang bersangkutan langsung menuju ke barak KPS Entabuk untuk memanggil rekan-rekannya untuk melihat keadaan korban. Setibanya di TKP, mereka melihat korban sudah meninggal dunia kemudian langsung memberitahukan kepada warga di Barak KPS Entabuk,” tukasnya.

Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan fisik terhadap korban oleh tim medis dari Puskesmas Sungai Ayak, Kapolsek menegaskan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, keluarga mengaku ikhlas menerima atas kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi. Kemudian korban dibawa menggunakan ambulance milik PT. PAM menuju ke rumah duka,” imbuhnya.

Di kesempatan itu, Kapolsek juga menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga korban, korban diketahui setiap malam hari sering mencari anak ikan gabus dan kodok.

“Kebiasaan korban setiap malam hari mecari anak ikan gabus dan kodok. Sementara untuk posisi atau letak kendaraan milik korban dalam kondisi kunci stang sekitar 25 meter jaraknya dari posisi korban,” tandasnya. (Mus)

Tinggalkan Komentar

Loading...