Usung Jargon #AbangDesa, Mulyadi Siap Maju di Pilkada Sambas 2020

#AbangDesa

KalbarOnline, Sambas – Pembahasan mengenai Pilkada serentak tahun 2020 di Kalimantan Barat semakin hangat di masyarakat, salah satunya adalah Kabupaten Sambas, satu di antara tujuh kabupaten yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah periode 2020-2025.

Sejumlah nama pun telah menyatakan siap maju di Pilbup Sambas 2020. Salah satunya, Mulyadi, SP., MP. Akademisi di bidang pertanian ini sepertinya tak main-main untuk maju. Memiliki misi membangun desa memantapkan Mulyadi maju dalam perhelatan Pilkada Sambas 2020 dengan mengusung jargon #AbangDesa alias ‘Ayo Bangun Desa’. Putra asli Kabupaten Sambas kelahiran Pemangkat 1975 silam ini terus menjadi perbincangan di masyarakat, bahkan hingga ke akar rumput sekalipun.

Pria yang karib disapa Anjang Mulyadi ini menyatakan, keseriusannya maju dalam Pilkada Sambas 2020 ini didasari beberapa hal, terutama atas dorongan tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani dan para pemuda. Mulyadi yang juga merupakan tim pemenangan Midji-Norsan untuk Kabupaten Sambas pada Pemilihan Gubernur 2018 lalu ini juga mengaku telah menyiapkan infrastruktur relawan pemenangan hingga ke tingkat desa se-Kabupaten Sambas.

Usung Jargon #AbangDesa, Mulyadi Siap Maju di Pilkada Sambas 2020 1
Profil Mulyadi

“Persiapan sebenarnya sudah lama. Saya juga sudah lama menyiapkan infrastruktur relawan hingga ke tingkat desa yang tersebar se-Kabupaten Sambas. Insya Allah infrastruktur relawan ini kokoh dan solid. Sudah lama juga mereka meminta saya untuk maju dan segera bergerilya ke masyarakat, hanya saja beberapa waktu lalu saya terkendala kesehatan dan disibukkan dengan beberapa kegiatan. Tapi ketika Allah berkehendak, ada saja jalan. Alhamdulillah, segala macam kendalanya sudah kita lalui, Insya Allah saya serius maju,” ujar Mulyadi kepada KalbarOnline, Kamis (16/1/2020) kemarin.

Hal lain yang menjadi motivasi untuk maju dalam kontestasi Pilkada Sambas 2020 ini turut diungkap Mulyadi. Terutama mengenai potensi-potensi Sambas yang sampai saat ini belum dimaksimalkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat seperti misalnya potensi pertanian, perikanan dan perkebunan.

“Memang sampai hari ini, kalau bercerita soal kesejahteraan, rasanya masyarakat Sambas jauh dari kata itu. Padahal potensi Sambas sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pertanian, perikanan dan perkebunan, itu potensi besar yang ke depannya bisa digali secara maksimal. Yang lain-lain seperti pariwisata, saya rasa hanya bagian untuk meningkatkan sumber potensi Sambas. Yang paling utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sambas itu adalah pertanian, karena tak ada alasan bagi kita untuk lari dari membangun pertanian dari hulu sampai hilir. Itu harus fokus, tak bisa setengah-setengah,” tukasnya.

“Selain itu, Pilkada 2020 ini memang sudah masanya atau momentum bagi saya untuk mengabdikan diri kepada daerah saya, untuk membangun Sambas yang lebih baik ke depannya dan bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi maupun pusat dan memang kita punya peluang itu. Sambas ini, siapapun pemimpinnya, sebenarnya tinggal action saja, tak perlu banyak omong lagi, Insya Allah akan maju kalau betul sungguh-sungguh dan fokus,” timpalnya.

Ketua Forum Petani Muda Kalbar ini turut mengungkapkan bahwa dirinya telah melamar ke sejumlah partai politik di antaranya PKB, NasDem, Hanura dan PKS. Komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, diakui Mulyadi, terus dilakukannya.

“Saya sudah mendaftar sekaligus sudah mengembalikan berkas pendaftaran ke sejumlah partai politik. Komunikasi akan terus kita lakukan, selanjutnya kita serahkan kepada mekanisme partai. Komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat itu harus, sekurang-kurangnya saya turun ke lapangan setahun berjalan ini minimal seminggu sekali,” imbuhnya.

Mengenai jargon #AbangDesa yang diusungnya itu, Mulyadi membeberkan bahwa jargon tersebut merupakan wujud keseriusannya untuk mensinergikan sekaligus mensukseskan program Pemerintah Pusat melalui program Indeks Desa Membangun dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan program Gubernur yakni Desa Mandiri.

“#AbangDesa atau Ayo Bangun Desa ini kita usung sebagai bentuk komitmen kita mensinergikan dan mensukseskan program Indeks Membangun Desa dan Desa Mandiri. Karena tanda kemajuan suatu negara atau daerah itu salah satunya dilihat dari maju atau tidaknya wilayah pedesaan. Solusi untuk menekan angka kemiskinan, pengangguran serta mengurangi keinginan masyarakat desa untuk bekerja ke luar negeri adalah melalui program peningkatan ekonomi pedesaan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, agrowisata, desa wisata yang berfokus terhadap produk atau komoditi unggulan,” bebernya.

Kepada warga Sambas, Mulyadi mengimbau agar momentum Pilkada Sambas 2020 ini benar-benar dimanfaatkan untuk menentukan masa depan Sambas yang lebih baik.

“Pilkada merupakan momentum bagi rakyat untuk menentukan masa depan Sambas, karena pemimpin lahir dari rakyat dan untuk rakyat dan rakyatlah yang menentukan pilihan itu. Saya berharap kepada masyarakat Sambas untuk benar-benar menentukan pilihan yang tepat, yang mampu membawa Sambas ke arah yang lebih baik, jadi bukan hanya bicara karena Sambas ini sebenarnya tinggal action saja. Jadi, pilihlah pemimpin berdasarkan program jangan sekedar suka tak suka. Mungkin semua kandidat punya visi yang sama dengan saya yakni menjadikan Sambas yang lebih baik ke depannya, tapi tentu dari masing-masing kandidat secara kasat mata bisa dilihat oleh masyarakat melalui jargon atau bahasa yang digunakan untuk memikat simpati masyarakat, dari situ sudah bisa dilihat, mana yang betul-betul mau bekerja sungguh-sungguh bagi masyarakat,” tandasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar

Loading...