by

Bupati Rupinus dan Uskup Sanggau Resmikan Goa Maria dan Taman Kelempiau Keling Kumang

Tempat kebanggaan Sekadau

KalbarOnline, Sekadau – Bupati Sekadau, Rupinus bersama Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Yulius Mencucini, CP meresmikan Goa Maria dan Monumen Penghormatan kepada Misionaris Pasionis dan Taman Kelampiau Keling Kumang di kompleks Kampung Budaya Dusun Tapang Sambas, Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, Sabtu (14/12/2019). Hadir mendampingi Bupati Rupinus, Asisten Dua, Kadis Pemuda Olahraga, Kadis Kesehatan, Kadis Pertanian, Kabag Perencanaan Keuangan dan beberapa staf ASN.

Kedatangan Bupati Rupinus dan Uskup Sanggau beserta rombongan disambut antusias oleh warga setempat mulai dengan pengalungan sal, minum tuak adat dan terakhir dengan tarian adat dayak.

Peresmian Goa Maria dan Taman Kelempiau juga dirangkai dengan beberapa kegiatan yang diawali dengan misa syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Sanggau, kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan Goa Maria dan Patung Pastor Pius (almarhum) seorang misionaris asal pasionis asal Italia yang pernah melayani umat katolik di Tapang Sambas. Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan prasasti Goa Maria oleh Uskup Keuskupan Sanggau dan penandatanganan prasasti Taman Kelempiau oleh Bupati Rupinus.

Dalam sambutannya, Bupati Rupinus mengatakan, Goa Maria dan Taman Kelempiau Yayasan Keling Kumang menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Sekadau.

“Ada tiga ikon yang cukup membanggakan. Pertama, wisata rohani, wisata, budaya dan tempat rekreasi. Wisata rohani Goa Maria dan Taman Kelempiau ini menambah jumlah obyek wisata di Kabupaten Sekadau,” ujarnya.

Sekitar dua bulan lalu, kata Bupati, dirinya juga meresmikan dan memberkati objek wisata rohani perhentian jalan salib di Sungai Ayak, Kecamatan Belitang Hilir. Ke depan lanjut Bupati, objek wisata ini diharapkan dapat menghasilkan ekonomi kreatif bagi masyarakat.

“Ini tempat kebanggaan Sekadau. Saya yakin tempat ini menjadi tujuan wisata bagi masyarakat, lokasi alam masih bagus dan alami, orang mungkin saja sudah bosan tinggal di kota, pasti mereka cari tempat tempat alami. Ke depan bisa secara bertahap dibenahi, sehingga tempatnya menjadi semakin bagus dan menarik, promosi juga jalan terus. Terima kasih kepada yayasan Keling Kumang. Kita sambut baik dan apresiasi atas karya nyata dalam membangun Goa Maria sebagai tempat untuk umat berdoa/berdevosi dan telah membangun Taman Kelempiau,” tukasnya.

Sementara Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Yulius Mencucini, CP dalam khotbahnya meminta umat yang hadir dalam acara peresmian Goa Maria untuk mampu dalam penguasaan diri dan tidak iri hati dengan sesama.

“Jika kita mampu menguasi diri pasti kita tidak menjadi orang yg iri hati. Penguasaan diri harus ditanamkan sejak usia anak. Jaman sekarang penghormatan anak kepada orang tua sudah menurun. Untuk itu agar sejak dini anak harus ditanam sikap penguasaan diri dan mengajarkan supaya jangan iri hati. Hiduplah dalam terang, jangan hidup dalam gelap karena akan mencelakan kita. Hiduplah dalam roh. Nabi Elia minta kita untuk hidup menurut hukum tuhan. Kalau kita hidup menurut roh itulah yang menjadi harta benda yang kita simpan untuk masuk kerajaan Allah. Terima kasih kepada yayasan Keling Kumang yang sudah menhormati karya dan pelayanan misionaris pasionis dengan pembuatan patung pastor Pius,” tandasnya. (Mus)

Comment

News Feed