Sutarmidji Wisuda 100 Hafidz 30 Juz Quran se-Kalbar

Gubernur Kalbar, Sutarmidji didampingi Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mewisuda 100 hafidz dan hafidzah 30 juz Alquran se-Kalbar
Gubernur Kalbar, Sutarmidji didampingi Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mewisuda 100 hafidz dan hafidzah 30 juz Alquran se-Kalbar (Foto: Humas Prov Kalbar)

Sukseskan program lahirkan 5000 Hafidz di Kalbar

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mewisuda 100 hafidz dan hafidzah 30 Juz Alquran se-Kalimantan Barat yang dilangsungkan di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (29/11/2019) sore.

Diwawancarai usai memimpin jalannya wisuda para penghafal Quran itu, Midji menegaskan bahwa wisuda tersebut merupakan bagian dari upaya melahirkan sebanyak 5000 penghafal Alquran selama dirinya bersama Ria Norsan menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

“Program kita salah satunya adalah melahirkan atau mencetak sebanyak 5000 hafidz dan hafidzah selama saya menjabat bersama Pak Ria Norsan. Hari ini kita wisuda sebanyak 100 penghafal Quran 30 juz. Tahun depan mungkin bisa sekitar 500 penghafal Quran. Sekarang ini di Kalbar tercatat sudah sebanyak 2400 penghafal Quran yang sudah di atas 5 juz,” ujarnya.

Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura ini secara tegas meyakini targetnya melahirkan sebanyak 5000 penghafal Quran akan tercapai selama masa kepemimpinannya.

“Saya yakin target 5000 penghafal Quran ini akan tercapai. Awalnya target kita 1000, tapi terlalu sedikit, akhirnya kita tingkatkan menjadi 5000. Kalau bisa dapat 2000-3000 berarti sudah lebih dari target awal,” tukasnya.

“Kalau mereka sudah selesai pendidikan, nanti akan kita tempatkan di masjid-masjid se-Kalbar sebagai imam, sehingga sholat lebih khyusuk, karena mereka bacaannya bagus, tajwidnya bagus. Kita ingin Kalbar ini jadi gudangnya hafidz dan hafidzah, jadi saya pastikan program ini akan berjalan terus,” timpalnya.

Midji juga membeberkan hal yang mendasarinya ingin melahirkan sebanyak-banyaknya para penghafal Quran di Kalbar yakni semata-mata agar anak-anak muda Kalbar menjalankan ajaran agama secara benar dan baik. Selain itu juga sebagai ajang membuka peluang bagi para pemuda muslim di Kalbar untuk menjadi imam di masjid-masjid di Timur Tengah.

“Kalau misalnya anak-anak muda Kalbar bisa menjadi Hafidz dan hafal Quran, Insya Allah dia bisa menjalankan ajaran agama dengan benar dan baik. Kemarin ada salah satu pengelola panti saya, dia ikut tes menjadi imam di Doha dan lulus. Nanti, mungkin bisa lebih banyak lagi para Hafidz di Kalbar yang bisa jadi imam di Timur Tengah, saya yakin banyak dari Kalbar yang bisa,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Midji juga menyerahkan lahannya bersama keluarga untuk dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan hafidz dan hafidzah. Lahan sebesar kurang lebih 5000 meter lebih itu sudah berdiri satu bangunan tiga lantai dan terdapat mushola, 22 kamar plus rumah. Oleh karena itu, dirinya berharap ke depannya lebih banyak lembaga-lembaga tahfidz Quran yang bisa mencetak hafidz dan hafidzah di Kalbar.

“Satu lantai masih bisa ditambah 11 kamar, untuk operasionalnya ada 20 kamar kos yang bisa mereka manfaatkan. Para hafidz dan hafidzah yang diwisuda ini semuanya ada di rumah-rumah atau lembaga-lembaga tahfidz, jadi kita dari Pemprov tidak ikut mendidik langsung, tapi oleh lembaga-lembaga tahfidz yang sekarang ini terus bertambah. Mudah-mudahan lebih banyak lagi lembaga tahfidz bisa mencetak hafidz dan hafidzah. Saya ingin ke depan ada hafidz atau hafidzah berusia di bawah 9 tahun yang sudah hafal 30 juz, yang tadi kita wisuda ada yang berusia 11 tahun. Saya yakin di usia 7 tahun sudah bisa 30 juz,” tukasnya.

“Kita juga bantu uang pembinaan. Tapi pembinaan selama ini, lewat lembaga-lembaga tahfidz atau rumah-rumah Quran. Saya harap para donatur khususnya warga muslim bersama-sama membiayai atau membantu mereka untuk menjadi hafidz dan hafidzah. Ke depan mungkin program ini akan dibawahi langsung oleh LPTQ,” tandasnya.

Para penghafal Quran yang diwisuda itu berasal dari sejumlah pondok pesantren yang ada di Kalbar serta mahasiswa IAIN Pontianak, hafidz dan hafidzah dari sejumlah lembaga tahfidz. Dalam wisuda itu, terdapat hafidz termuda yang masih berusia 11 tahun yang merupakan pelajar kelas VII di SMPIT Al-Mumtaz Pontianak.

Turut hadir dalam wisuda tersebut Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, Lismaryani Sutarmidji, sejumlah pejabat Forkopimda Kalbar, jajaran OPD di lingkungan Pemprov Kalbar, orang tua hafidz dan hafidzah yang diwisuda dan para tamu undangan lainnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar