Masuki Usia ke-57, Midji Fokus Lakukan Percepatan Demi Kemajuan Kalbar

Semakin bahagia Kalbar banyak dapat penghargaan

KalbarOnline, Pontianak – Bertepatan di momen HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Pemerintah Provinsi Kalbar menggelar ramah tamah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji beserta jajaran dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat serta anak yatim piatu yang dilangsungkan di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (29/11/2019).

Kegiatan tersebut sekaligus merupakan acara syukuran ulang tahun Gubernur Sutarmidji yang ke-57. Hal ini bahkan sudah seringkali ia gelar sejak menjabat sebagai Wali Kota setiap memperingati HUT KORPRI. Momen bahagia ini menjadi tambah spesial dengan kehadiran sang ibunda Sutarmidji dan keluarga besarnya.

Dengan bertambahnya usia, Sutarmidji mengatakan akan terus melakukan hal-hal positif khususnya dalam Pemerintahan agar ada percepatan-percepatan demi kemajuan Kalbar. Bahkan dirinya menginginkan agar Kalbar dapat bersaing dengan provinsi-provinsi besar lainnya se-Indonesia.

“Saya ingin Kalbar bisa bersaing dengan provinsi yang dianggap besar selama ini. Oleh karena itu, kita berharap ASN di Kalbar bisa berinovasi dan inovasinya bisa dimanfaatkan untuk daerah lain. Saya ambil contoh, fokus kita sekarang adalah percepatan desa mandiri, kita sudah memiliki 87 desa mandiri dan lebih dari 10 persen se-Indonesia. Saya yakin ini akan diikuti oleh daerah lain, karena bagaimanapun pembangunan yang dimulai dari desa akan mempercepat kesejahteraan,” ujarnya.

Dirinya meyakini, konsepnya menangani desa, akan cepat mengentaskan kemiskinan, masalah-masalah kesehatan dan sebagainya ketika suatu desa sudah menjadi desa mandiri, maju atau berkembang dan tak menutup kemungkinan akan dicontoh oleh daerah lain.

“Kita komitmen menghilangkan desa tertinggal dan desa sangat tertinggal. Itu bukan hal yang sulit. Sinergitas antara TNI-Polri dan komponen masyarakat itu penting untuk percepatan. Model seperti ini, kita dulu yang terapkan dan sosialisasikan, mudah-mudahan bisa dari Kalbar untuk Indonesia,” tukasnya.

Beberapa daerah, diakui Midji, sudah mengikuti cara tata kelola Pemerintahan Provinsi Kalbar. Seperti misalnya dicontohkan Midji, konsep Kalbar membebaskan biaya pendidikan untuk SMA/SMK negeri melalui pemangkasan alokasi perjalanan dinas.

“Alokasi perjalanan dinas yang kita kurangi sampai Rp144 miliar, Alhamdulillah bisa. Saya perkirakan ke depan penghematan perjalanan dinas ini bisa Rp150 miliar. Dari itu dengan menambah Rp20 miliar kita sudah bisa membebaskan biaya pendidikan sebanyak 171 ribu anak Kalbar,” imbuhnya.

“Ke depan kita juga akan membelanjakan meubeler sekolah, tahun ini ada 14 ribu set meubeler. Tahun depan mudah-mudahan bisa sampai 20 ribu. Jadi selama lima tahun perkiraan saya, bisa sampai 100 ribu meubeler untuk anak-anak sekolah,” timpalnya.

Mantan Wali Kota Pontianak ini juga mengaku bahagia di tahun 2019 ini sudah banyak penghargaan dan apresiasi yang didapat Pemerintah Provinsi Kalbar. Oleh karena itu, ia berharap agar prestasi tersebut dapat terus ditingkatkan.

“Saya juga bahagia, tahun ini Pemprov Kalbar sudah banyak dapat penghargaan dan apresiasi. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi. Alhamdulillah juga kita bisa meningkatkan sumber pendapatan daerah kita (APBD) dalam 13 bulan kepemimpinan saya bersama Pak Ria Norsan sudah meningkat menjadi Rp1,2 triliun, semua itu kita capai berkat dukungan orang-orang sekitar kita, baik dari keluarga dan di pemerintahan. Sehingga saya mengajak seluruh jajaran Pemprov Kalbar terus berinovasi untuk kemajuan Kalbar,” tuturnya.

Jadi tambah spesial dengan kehadiran sang cucu

Seiring dengan bertambahnya usia, Midji juga berharap agar anak-anak dan istrinya tetap dengan gaya hidup yang seperti sedia kala.

“Untuk keluarga, saya berharap anak-anak dan istri saya gaya hidupnya tetap seperti sekarang. Jadi tidak ada yang bikin susah, bikin sulit kita. Mereka juga sudah terbiasa hidupnya, tidak ada hal yang istimewa-istimewa sehari-harinya. Bahkan banyak yang tak kenal kalau anak-anak saya itu anak Gubernur. Seperti anak saya yang tua, dia di Fakultas Ekonomi Untan, dosennya baru tahu dia anak Wali Kota setelah semester 7. Kalau anak saya yang di Universitas Padjadjaran, dosennya baru tahu dia anak Gubernur setelah dia diwisuda. Sama juga dengan anak saya yang bungsu,” tukasnya.

Menurut Midji, hal yang menjadi spesial di ulang tahun kali ini adalah sang ibu yang masih menemani, memberikannya nasihat dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur.

“Istri bisa memberikan pandangan ke saya dan anak-anak saya bisa mendukung. Tahun ini juga lebih spesial, karena sudah hadir satu cucu laki-laki,” pungkasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar