Hadiri Upacara Pembukaan Karang Pamitran Daerah Kalbar 2019, Ini Harapan Bupati Jarot

Bupati Sintang, Jarot Winarno memberikan sambutannya saat menghadiri upacara pembukaan Karang Pamitran Daerah Kalbar 2019
Bupati Sintang, Jarot Winarno memberikan sambutannya saat menghadiri upacara pembukaan Karang Pamitran Daerah Kalbar 2019 (Foto: */Sg)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri upacara pembukaan Karang Pamitran Daerah Kalimantan Barat tahun 2019 di Stadion Baning Sintang, Selasa (12/11/2019) pagi. Upacara tersebut dipimpin Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Sri Jumiadatin yang sekaligus membuka kegiatan tersebut. Kabupaten Sintang merupakan tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini.

Turut pula hadir Danrem 121/ABW, Ketua Kwartir Daerah Pramuka Provinsi Kalbar beserta jajaran pengurusnya, unsur Forkopimda, unsur OPD Kabupaten Sintang, para peserta dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalbar dan tamu undangan lainnya.

Hadiri Upacara Pembukaan Karang Pamitran Daerah Kalbar 2019, Ini Harapan Bupati Jarot 1

Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengatakan, Kabupaten Sintang merasa sangat terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi para pembina pramuka se-kalimantan barat.

“Terima kasih atas kepercayaan kwartir daerah Kalimantan Barat yang telah menunjuk Sintang menjadi tempat pelaksanaan Karang Pamitran tahun 2019 ini,” ucapnya.

Terlebih, lanjut Bupati Jarot, hal ini sangat sejalan dalam salah satu poin visi dan misi yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sintang, yakni ingin mewujudkan masyarakat Bumi Senentang ini yang cerdas dan sehat. Oleh karena itulah diperlukan suatu organisasi yang dapat mewadahi kebutuhan kaum muda untuk belajar sekaligus bergerak dan membentuk karakter mereka. Dalam hal ini, peran pemerintah melalui keberadaan gerakan pramuka menjadi sangat penting.

“Melalui gerakan pramuka kepribadian anak-anak muda dibentuk sehingga memiliki kecakapan hidup untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan di lingkungannya,” tuturnya.

Sebagaimana terangnya, dalam Undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan pramuka, disebutkan bahwa kegiatan pendidikan kepramukaan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan spiritual dan intelektual, keterampilan dan ketahanan diri melalui metode belajar interaktif. Sebab itulah, untuk mencapai hal tersebut perlu peran para pembina yang cakap, mumpuni dan selalu mau belajar untuk meningkatkan diri, khususnya lewat acara Karang Pamitran ini. Untuk itulah pada kesempatan ini, Bupati Jarot mengingatkan, sebagai sebuah gerakan, Pramuka akan menghadapi tantangan-tantangan seperti pengaruh gadget dan narkoba bagi kaum muda.

“Anak-anak kita terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadgetnya sehingga selain terpapar dengan konten yang negatif kondisi ini juga kurang baik bagi kesehatan dan pertumbuhan fisik mereka kurangnya aktivitas,” ungkap Jarot.

Bahkan jelasnya, keberadaan narkoba, kurangnya wadah untuk mereka berekpresi dan menyalurkan energi dapat membuat anak-anak menghabiskan waktu bergaul dengan teman-teman yang terlalu having fun sehingga mudah untuk terkontaminasi untuk menggunakan narkoba. Selain itu juga menurutnya, tantangan yang juga dihadapi yakni dengan adanya kondisi masyarakat ekonomi Asean (MEA) dan jelang bonus demografi di Indonesia termasuk di Sintang yang menyebabkan tingginya persaingan di berbagai bidang kehidupan mensyaratkan personal yang tangguh dan berkarakter.

“Bila kaum muda kita tidak cukup disiapkan, dikhawatirkan akan menjadikan kita bukan lagi generasi pemenang di Indonesia emas 2045. Kepada para pembina dan pengurus gerakan pramuka yang hadir dalam perkemahan ini, saya harapkan terus mengaktifkan gerakan pramuka dan menginovasi program serta kegiatan pramuka yang ada agar menjadi kekuatan untuk menyadarkan, membina dan menyediakan lingkungan yang berkualitas bagi kaum muda kita,” tutupnya.

Sementara Gubernur Kalbar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Provinsi Kalbar, Sri Jumiadatin mengatakan, kegiatan ini sangat sejelan dengan visi Gubernur salah satunya yaitu mewujudkan masyarakat sehat, cerdas, produktif dan inovatif, sehingga untuk mencapainya diperlukan dukungan semua pihak agar masyarakat Kalbar yang sejahtera dapat tercapai dan salah satu stakeholder yang telah banyak berkiprah dan mendarmabhaktikan dirinya dalam pembanguan tidak hanya skala provinsi tapi juga nasionak bahkan Internasional adalah Pramuka.

“Kiprah pramuka di berbagai bidang patut kita apresiasi dan didukung untuk keberlanjutannya, terlebih di era pambanguan nasional saat ini yang dihadapkan makin kompleknya berbagai masalah dan tantangan seperti maraknya korupsi, terpaparnya radikalisme dan terorisme serta penyalahangunaan narkoba menjadi tantangan besar bangsa ini termasuk di Kalbar, nah di sini peran Pramuka juga diperlukan untuk membantu pemerintah mencegahnnya,” kata Sri.

Masih kata Sri, melalui gerakan pramuka ini menjadi sebuah harapan bersama, agar organisasi ini dapat turut serta dalam mensukseskan pembangunan nasional terutama di Kalbar, terlebih Kalbar ini memiliki daerah yang sangat luas yakni 147.307 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 5.427.075 jiwa. Di mana dari jumlah tersebut terdapat 1.255.700 jiwa adalah pemuda. Sehingga kegiatan ini tidak hanya dijadikan kegiatan seremonial tatap muka belaka, tapi selain merupakan program kerja tentu sebagai bentuk konsolidasi sinergitas antar sesama jajaran pramuka dengan pemda dan masyarakat.

“Diharapkan melalui kegiatan ini disampaikan hasil pembangunan kepemudaan, fisik dan sosial daerah, pramuka dapat menjadi motor pembanguan kepemudaaan di daerah melalui program yang konstruktif dan menjadi motivator yang handal bagi para peserta yang merupakan anak-anak muda,” tukas Sri.

Selain itu lanjutnya, turut juga ikut bersama pemerintah membangun nilai-nilai moral, sikap pemuda yang agamis dan berbudaya dalam dinamika pembangunan bangsa yang penuh tantangan terutama ancaman perpecahan dan kerusakan moral pemuda dengan maraknya peredaran napza.

“Yang paling tidak kalah pentinya adalah ikut serta menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI dengan berlandaskan nilai-nilai pancasila. Untuk itulah diperlukan sinergitas berasana dalam meningkatkan kualitas SDM yang ada yakni para pemuda,” tutup Sri. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar