MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Ketapang Resmi Dimulai

KalbarOnline, Ketapang – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII tingkat Kabupaten Ketapang resmi dibuka Selasa (8/10/2019) malam. Pembukaan ajang pemuliaan quran tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Ketapang, Drs. H. Suprapto Sutrisno yang ditandai dengan membunyikan sirine bersama-sama dengan Komandan Kodim 1203 Ketapang, Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Ketapang, Sekda Ketapang, Plt Asisten II Setda Ketapang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto menyebutkan, pelaksanaan MTQ memiliki makna yang sangat penting. Di samping bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan ukuwah Islamiyah juga sekaligus bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi kandungan Al-Quran.

“Sehingga melalui MTQ itu diharapkan agar Al-Quran benar-benar dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Sekaligus sebagai landasan spiritual, moral dan etik pembangunan dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Kabupaten Ketapang yang maju menuju masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wabup Suprapto berharap, MTQ kali ini dapat dijadikan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai sarana syiar dalam rangka pembinaan generasi muda agar memiliki akhlak yang mulia.

Ia meyakini dengan keimanan, ketaqwaan dan akhlak yang mulia, generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman di era globalisasi.

“Saya juga yakin anak-anak kita akan mampu memfilter segala pengaruh negatif dari kemajuan tekhnologi dan informasi, sekaligus mampu memanfaatkan kemajuan tekhnologi dan informasi tersebut ke arah yang lebih positif sehingga akan menjadi generasi yang berkualitas, unggul dan berdaya saing. Perlu diingat bahwa pelaksanaan MTQ hendaknya dipahami juga sebagai tolak ukur keberhasilan kita dalam menghadapi pelaksanaan MTQ ke XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020 di Kabupaten Sekadau,” tukasnya.

Ia juga berharap Ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, setelah selesai melaksanakan MTQ dapat mengevaluasi sejauh mana kekuatan dan kelemahan yang ada pada kafilah Ketapang. Hasil evaluasi tersebut, diharapkannya, dapat menjadi bahan bagi LPTQ Kabupaten Ketapang untuk menyelenggarakan pemusatan latihan (TC) lebih lanjut sebagai persiapan dalam menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sekadau.

“Sehingga diharapkan prestasi kafilah Kabupaten Ketapang akan lebih baik lagi dari MTQ sebelumnya,” ucapnya.

Dirinya turut mengingatkan peserta MTQ agar mengikuti MTQ dengan sebaik-baiknya. Dengan didorong oleh semangat yang tinggi untuk mempersembahkan predikat yang terbaik. Namun, diingatkannya bahwa prestasi dalam musabaqah ini bukanlah segalanya. Terlebih lagi, kata dia, jika sampai menempuh cara-cara yang tidak terhormat hanya untuk sebuah nama dan kebanggaan juara. Karena hal itu jelas merupakan suatu penyimpangan dari tujuan MTQ itu sendiri.

Pelaksanaan MTQ, diterangkan bahwa peran dewan hakim sangatlah penting dalam memberikan penilaian.

“Kita menyadari bahwa tugas dewan hakim sungguh tidak ringan. Sebuah tugas yang menuntut tanggung jawab berdasarkan hati nurani. Keputusan Dewan Hakim haruslah cermat, jujur, benar dan objektif dalam menentukan penilaian para peserta MTQ. Oleh karena itu para Dewan Hakim haruslah independen dan bebas dari segala macam pengaruh kepentingan dan keberpihakan,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan para Dewan Hakim konsisten dan berpegang pada pedoman perhakiman, serta mengesampingkan segala faktor yang dapat mempengaruhi kemurnian penilaian. Kode etik Dewan Hakim dan Panitera MTQ tidak membenarkan untuk menerima sesuatu pemberian atau apapun juga yang berkaitan dan atau patut diduga berkaitan dengan keikutsertaan dalam MTQ ini.

Tak lupa, Wabup Suprapto mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya sehingga MTQ pada tahun ini dapat terselenggara dengan baik.

Ketua Panitia MTQ XXVIII Ketapang, Edi Junaidi dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya MTQ ini dalam rangka mencari kader-kader yang mampu memahami ilmu-ilmu Alquran, khususnya di bidang yang dipertandingkan.

Edi Junaidi yang merupakan Staf Ahli Bupati Ketapang yang juga menjabat Plt Asisten II Setda Ketapang itu juga menjelaskan tujuan lain digelarnya MTQ ini dalam rangka mempersiapkan keikutsertaan menjadi peserta MTQ XXVIII tingkat Provinsi Kalbar di Sekadau.

Selain itu juga, kata dia, untuk meningkatkan pemahaman penghayatan dan penamalan Alquran dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan pemahamanan kehidupan beragama dalam bernegara dalam negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Adapun jumlah kafilah yang mengikuti MTQ Ketapang ini sebanyak 394 orang yang terdiri 356 peserta dan 38 official dari 16 kecamatan. Dari Kecamatan Air Upas sebanyak 16 orang, Benua Kayong sebanyak 33 orang, Delta Pawan sebanyak 42 orang, Jelai Hulu sebanyak 19 orang, Kendawangan sebanyak 33 orang, Matan Hilir Selatan sebanyak 31 orang, Matan Hilir Utara sebanyak 29 orang.

Kemudian dari Manis Mata sebanyak 20 orang, Marau sebanyak 14 orang, Muara Pawan sebanyak 34 orang, Nanga tayap sebanyak 21 orang, Pemahan sebanyak 20 orang, Sandai sebanyak 27 orang, Sungai Melayu Rayak sebanyak 26 orang, Sungai Laur sebanyak 14 orang dan Tumbang Titi sebanyak 15 orang.

“Empat Kecamatan yang tidak mengirim kafilah pada MTQ ke XXVIII tingkat kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Singkup, Simpang Dua, Simpang Hulu dan Kecamatan Hulu Sungai,” ujarnya.

Adapun cabang yang dipertandingkan di antaranya, Musabaqah golongan remaja, Musabaqah golongan anak-anak, Musabaqah golongan dewasa, Musabaqah golongan Tartil Quran, Musabaqah golongan dewasa & Qiraat Saba’ah Mujawwad, Musabaqah golongan cacat netra.

Selanjutnya, Musabaqah Hifzhil Quran Golongan 1 Juz + Tilawah, 20 juz, 30 juz. Musabaqah Fahmil Quran (putri dan putra), Musabaqah Syarhil Quran (putri dan putra), Musabaqah Khatil Quran golongan naskah, golongan hiasan Mushaf, golongan dekorasi dan kontemporer. Kemudian, Musabaqah Hifzhil Quran golongan 5 Juz + Tilawah, Qirat Sab’ah Murattal Golongan remaja dan dewasa.

Kepala Kantor Kementerian Agama RI, Kabupaten Ketapang, H. Ikhwan Pohan menegaskan, MTQ merupakan agenda tetap dan kultur budaya masyarakat Ketapang. Ditambah lagi, MTQ oleh Pemerintah dilakukan secara berjenjang.

“Insya allah pada tahun 2020 nanti, MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan dilakukan di Kabupaten Sekadau dan di tahun yang sama, akan dilaksanakan MTQ tingkat nasional di Sumatera Barat. Berkaitan MTQ, kami berharap ke depan semakin mendapat dukungan penuh dari masyarakat, terutama dari Pemda Ketapang, sehinggga MTQ akan tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, terutama dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,” tuturnya.

“Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama di Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang telah memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan MTQ, semoga acara ini dapat berjalan dengan baik dan sukses tanpa halangan apapun,” timpalnya.

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan piala bergilir MTQ tingkat Kabupaten Ketapang oleh Wakil Bupati Ketapang kepada Ketua panitia pelaksana. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar