Bupati dan Wabup Kubu Raya Resmikan Marketing Business Center : Sistem Pemasaran Produk UMKM

KalbarOnline, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersama Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo meresmikan Marketing Business Center (MBC) Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (17/9/2019).

Seperti diketahui bahwa MBC merupakan sistem pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan produk unggulan lokal secara terpusat yang berada di kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya Norasari Arani mengatakan, MBC bermanfaat sebagai market place atau pemasaran produk UMKM secara dalam jaringan (online) di dalam negeri dan luar negeri. MBC juga menjadi sarana menginformasikan harga sembako atau barang kebutuhan pokok dan penting sebagai alat kontrol untuk mengurangi laju inflasi.

“MBC ini juga sekaligus menjadi bank data ekonomi khususnya sektor perkoperasian, UMKM, perdagangan, perindustrian, dan ribuan data terkait lainnya,” tutur Nora menerangkan.

Nora mengatakan, meski terbilang inovasi, MBC, menurut dia, bukanlah inovasi luar biasa. Ia menuturkan, di era digitalisasi saat ini, MBC adalah keharusan. Sehingga inovasi MBC merupakan keniscayaan demi memaksimalkan peluang UMKM untuk bersaing dan meningkatkan usaha. Dia mengungkapkan, hingga akhir 2018 lalu, jumlah usaha mikro di Indonesia mencapai 58,91 juta, usaha kecil 59.260, dan usaha menengah 4.987 pelaku usaha. Akan tetapi yang sudah go digital dari jumlah tersebut baru lima persen.

“Sisanya masih sangat konvensional dalam pengembangan usahanya,” ujarnya.

Norasari menjelaskan, untuk tahap awal telah ada sebanyak 70 produk UMKM yang terdaftar sebagai anggota MBC. Dia berharap ke depan semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas MBC. Terkait hal itu, dirinya mengajak para pelaku UMKM di Kubu Raya untuk bergabung di MBC.

“Bisa langsung datang ke kantor Dinas Koperasi Kubu Raya untuk mendaftarkan produk yang dimiliki. Tentunya dengan memiliki legalitas yang jelas dan memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan,” ujarnya.

Sementara Bupati Muda Mahendrawan mengatakan, di era digital segala sesuatu dapat berubah dengan cepat. Termasuk pelaku-pelaku usaha skala besar yang dianggap mapan, ternyata dapat runtuh dengan serbuan aplikasi perbelanjaan dalam jaringan (online). Sistem pasar digital, kata Muda, terbukti mampu merontokkan banyak perusahaan multinasional.

“Artinya apa? Inilah bahwasanya sekarang semua sudah harus menembus pasar digital. Ini sudah keniscayaan dan kebutuhan. Kita ingin memberikan pemahaman bahwa kita tidak melihat soal kecanggihan. Inovasi dalam hal itu sebetulnya sudah menjadi hal yang biasa saja. Hidup di zaman digital kita harus mengikuti zaman dan terus mengantisipasi bahkan mendahului,” tuturnya.

Muda menjelaskan, di era digital, UMKM sudah harus menjadi menjadi bagian daripada pergaulan global di dalam perdagangan dan jasa. Karena itu, pemerintah daerah berharap adanya MBC akan memberikan akses lebih luas kepada UMKM dan koperasi-koperasi. Karena, menurutnya, saat ini yang membuka peluang dan informasi lebih cepatlah yang akan bisa mendapatkan peluang usaha. Dengan cara itu pula UMKM dapat saling menopang dan memperkuat jaringan.

“Kalau zaman dulu modal jauh lebih penting daripada segalanya. Tapi sekarang jaringan itu jauh lebih penting. Jadi jejaring bisnis dan pelanggan jauh lebih penting daripada modal. Sekarang orang berbisnis tanpa modal pun bisa dan ini sudah terbukti,” ucapnya.

Terkait hal itu, Muda mengajak semua pelaku UMKM untuk berani melakukan perubahan. Termasuk dengan melibatkan kaum muda sebagai pemasar dari pasar digital di Kubu Raya. Hal tersebut menurutnya perlu diciptakan.

“Bahwa kaum muda mampu menjadi buzzer yang mendinamisasi di dalam UMKM maupun produk-produk yang kita hasilkan. Sampai-sampai kita ingin mengajak anak millennia ikut di dalam proses membangun pertanian di Kubu Raya. Tujuan akhirnya adalah bagaimana nanti mereka bisa mengolah dan memberikan nilai tambah dari hasil bumi yang ada dan pada akhirnya memberikan peluang kerja serta cara bisnis kepada kaum muda kita,” paparnya.

Muda menegaskan, pemerintah daerah berpihak pada upaya mengembangkan eksistensi UMKM. Ia berharap UMKM dapat merajai perdagangan dan jasa khususnya di Kubu Raya.

“Mudah-mudahan di Kubu Raya UMKM-lah yang menjadi leader daripada perdagangan dan jasa. Ini harus kita yakinkan,” tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Sujiwo mengapresiasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya yang telah merealisasikan MBC Kubu Raya. Ia menuturkan pemerintah daerah sangat fokus terhadap keberadaan koperasi dan UMKM. Menurutnya, UMKM sudah seharusnya mendapatkan porsi perhatian yang besar dari pemerintah.

“Keberhasilan dari UMKM itu ada pada marketing atau pemasaran. Nah, salah satu fungsi dari MBC ini kita membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui pemasaran dalam jaringan atau online. Dengan MBC ini, semua produk-produk UMKM akan dipasarkan secara online dan masyarakat sedunia bisa menyaksikan langsung,” ujar Sujiwo.

Tak hanya itu, lanjutnya, Sujiwo menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya setiap tahunnya juga akan memberikan porsi kebijakan anggaran yang lebih baik terhadap para pelaku UMKM.

“Karena ini langsung mendarat dan bersentuhan dengan pengusaha-pengusaha kecil yang notabene juga masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Kubu Raya Rosalina Muda Mahendrawan menyambut baik hadirnya MBC Kubu Raya. Menurutnya, hingga kini masih banyak pelaku UMKM di Kubu Raya yang memasarkan produk dengan cara manual.

“Hadirnya MBC ini otomatis memudahkan pelaku UMKM dalam memasarkan produknya secara online,” ucapnya.

Terkait hal itu, Rosalina pun meminta semua pelaku UMKM di Kubu Raya untuk segera memanfaatkan fasilitas MBC yang disediakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Tidak hanya makanan ringan, namun hasil kerajinan dan beragam hasil produk yang dihasilkan pelaku UMKM lainnya di Kubu Raya bisa dipasarkan melalui MBC ini,” jelasnya.

Peresmian MBC dirangkaikan dengan Peringatan Hari Koperasi dan Peringatan Hari Nasional UMKM. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan Piala dan Piagam Koperasi Berprestasi Tahun 2019 Kabupaten Kubu Raya, penyerahan dana wirausaha pemula tahun 2019 dari Kementerian Koperasi dan UKM RI kepada wirausaha di Kabupaten Kubu Raya, dan penyerahan bantuan gerobak bagi UMKM.

Adapun koperasi berprestasi tahun 2019 yakni Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Desa Teluk Kapuas Kecamatan Sungai Raya, Koperasi Produsen Tunas Baru Desa Arus Deras Kecamatan Teluk Pakedai, dan Koperasi Konsumen New Kalbar Processors Desa Teluk Kapuas Kecamatan Sungai Raya. (ian/rio)

Tinggalkan Komentar