Kubu Raya Wacanakan Bridge Masuk Dalam Kurikulum

KalbarOnline, Kubu Raya – Cabang Olahraga Bridge direncanakan menjadi salah satu kurikulum sekolah di Kubu Raya. Permainan kartu dengan taktik tersebut, akhir-akhir ini diyakini dapat mengubah kebiasaan para remaja khususnya pelajar sekolah yang lebih suka menghabiskan waktunya dengan bermain gadget atau smartphone.

“Bridge ini akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah untuk dijadikan sebagai tambahan kurikulum. Karena Bridge, termasuk olahraga melatih daya ingat serta mengasah kemampuan anak-anak untuk lebih cerdas dan lebih cepat mengambil keputusan,” ucap, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kubu Raya, Cicilia Tri Agustina, saat ditemui KalbarOnline usai menghadiri kompetisi kejuaraan Bridge tingkat Provinsi Kalbar ke-17 di Gardenia Sungai Raya, Jumat (13/9/2019) sore.

Menurut dia, dengan mengenalkan cabang olahraga Bridge ke murid-murid sekolah, maka akan menimbulkan ketrampilan yang positif terhadap anak-anak tersebut.

“Dari pada mereka lebih suka ke gadget. Bapak Bupati juga menghendaki Bridge ini akan diikutsertakan dalam kurikulum sekolah. Mulai dari sekolah dasar hingga di tingkat sekolah menengah,” terangnya.

Sementara Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kalbar, Abdul Hadi mengapresiasi semangat Disporapar Kubu Raya dalam upaya merubah kebiasaan para remaja untuk lebih kreatif dan sanggup berkompetensi.

“Mudah-mudahan ke depannya Bridge di Kubu Raya ini bisa berkembang dan dapat menjadi ikon olahraga. Karena memang, Bridge harus dimulai dari usia dini. Apapun bentuknya olahraga harus dimulai dari usia dini,” tegas dia.

Ia mengatakan, dengan performa yang baik, maka para penggemar olahraga Bridge khususnya murid-murid sekolah tidak akan kecewa karena yang diminatinya akan dikompetisikan oleh pihak yang terkait.

“Jadi, anak-anak itu dilatih untuk berpikir memenangkan kompetisi. Artinya dalam permainan Bridge mereka bukan ditekan untuk belajar tetapi untuk melatih daya pikirnya,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua GABSI Kubu Raya, Syahrul Ramadani menuturkan, 24 atlet yang terdiri dari empat pasang untuk atlet senior dan kelas junior terbagi menjadi dua tim yang berjumlah delapan orang peserta.

“Khusus untuk atlet senior kita tidak menyeleksi lagi karena sudah pernah ikut Kejuaraan Pemprov kemarin. Sedangkan yang junior, kita seleksi melalui tingkat sekolah untuk mewakili Kabupaten Kubu Raya dalam kejuaraan ini,” terang, pria asal Sungai Ambawang ini.

Dia menyebutkan dalam kejuaraan yang diikuti delapan daerah Kabupaten/Kota tersebut akan berpasangan disetiap regu-regu senior dan junior untuk memperebutkan piala bergilir Gubernur Kalimantan Barat.

“Sebelumnya para peserta telah dilatih kemampuannya di Fakultas Tekhnik Pontianak. Untuk para peserta dari Kubu Raya karena belum ada sarana, maka lebih sering dilatih di sekolah-sekolahnya masing-masing. Khususnya di SMA N 1 Sungai Ambawang dan SMA N 1 Kuala Mandor B itu, olahraga Bridge ini sudah masuk ekstrakurikuler,” terang Dani. (ian)

Tinggalkan Komentar